- Home >
- Last Fantasy >
- Chapter 8 : rasa bimbang
Posted by : Unknown
Sabtu, 27 Agustus 2016
Saat
mendengat hal itu aku berlari cepat dan segera menuju kerumah untuk
mempertanyakan mengapa yoshino bisa diculik. Sesampainya dirumah aku
sudah melihat ada sepatu Ron berada di rumah. Lalu aku keruang tamu dan
benar perkiraanku mereka ada ditempat tersebut.
Adel : kakak
Furqon : apa yang terjadi ? Bagaimana bisa yoshino diculik ?
Ron : tenang sedikit furqon. Adel pun juga merasa shock disini. Adel kamu bisa pergi ke kamar. Aku dan ibumu akan jelaskan semua ke furqon.
Adel : baik paman. (Lalu adel naik ke atas menuju ke kamarnya.)
Furqon : baiklah Ron apa yang sedang terjadi, kenapa yoshino dapat diculik ?
Ron : kau ingat waktu ada penjual barang haram itu ? Ini masih ada kaitannya dengan itu. Mereka mencoba untuk menjual ancient ke beberapa perusahaan besar. Dan ancient itu dijadikan peliharaan.
Liina : tapi Hunter Company (HC) tidak memiliki bukti untuk menyelesaikan kasus ini jadi para penjual haram itu masih di tahan di dalam penjara.
Ron : Dan kudengar ada banyak ancient yang dijadikan peliharaan. Yoshino adalah salah satu nya.
Furqon : yoshino juga ? (Tidak heran saat itu dia makan tidak seperti orang pada umumnya.)tapi tidak mungkin...
Ron : apa kau tidak sadar furqon ? Kau bertemu dengan nya tanpa sengaja. Dan dia dalam kedaan yang sangat parah. Kau pasti sudah tahu kesimpulannya. Yoshino adalah peliharaan dan dia telah berhasil kabur dari perusahaan besar yang telah menyiksanya.
Furqon : itu tidak mungkin.(3x) Yoshino tetaplah yoshino. Dia bukan peliharaan. Aku yakin itu.
Ron : tapi tenang saja furqon. Kami HC akan menyelamatkan yoshino.
Furqon : tapi bagaimana caranya ?
Ron : kami sudah menduga hal ini akan terjadi, jadi sebelum kalian pulang dari incident kemarin aku melekatkan sebuah alat pencari di leher yoshino. Alat tersebut tidak terlihat dan akan terdeteksi jika kuaktifkan dengan alat detenator ini. Jadi kau tidak perlu khawatir. Dan menurut alat pelacak ini, yoshino berada di Stars Company.
Liina : Stars Company itu berada di giga city bagian pusat.
Ron : baiklah kalau begitu kami akan segera bergegas menyelamatkan yoshino.
Furqon : aku akan ikut.
Ron : furqon aku tahu bagaimana persaanmu tapi aku tidak bisa membiarkanmu ikut bersama kami.
Furqon : tapi...
Liina : ini terlalu berbahaya. Para Hunter seperti Ron tahu apa yang harus dilakukan. Kita hanya bisa menunggu. Lagipula jika kau ikut, kamu juga tidak bisa melakukan apa2 bukan ?
Furqon : sial (aku meninggalkan ruang tamu dan langsung ke kamar.)
Saat masuk dikamar aku hanya merenung tentang masa2 ku yang singkat bersama yoshino. Aku merasa ingin menangis. 4 jam sudah berlalu pukul 18.30 tiba2 saja ada yang mengetuk pintu lalu aku bicara "masuklah pintu nya nggak di kunci kok." Ternyata itu adalah ibuku yang membawakan kue dan juga susu hangat. "Minumlah selagi masih hangat." Ucap ibuku. Aku menghabiskan susuku dan hatiku sedikit hangat. "Terima kasih ibu" ucapku. Tapi aku tidak tahu apa yang harus kami bicarakan.
Liina : sepertinya kau sangat peduli dengan yoshino, furqon.
Furqon : ........
Liina : ketika kau masih kecil kau juga selalu menjaga adel. Meski kau tidak kuat tapi kau mencoba melakukan yang terbaik untuk melindunginya. Itu yang membuat mu terlihat seperti seorang pahlawan di matanya.
Furqon : pahlawan ?
Liina : seorang pahlawan bukan berarti harus menyelamatkan dunia. Tapi seorang pahlawan adalah seorang yang mampu melindungi orang yang dia sayang.
Furqon : kalau begitu biar aku pergi untuk menyelamatkan yoshino.
Liina : jika hal seperti ini kau hanya membuat dirimu sendiri terbunuh. Aku tidak bisa membiarkan anakku terbunuh.
Furqon : kenapa kau begitu mengkhawatirkanku ? Aku merasa tidak enak. Lagipula aku ini bukan anak kandungmu tapi... (liina menamparku dan kemudian dia memelukku dengan erat.)
Liina : meski begitu kau sudah kuanggap sebagai anak sendiri. Tolong Jangan mengatakan hal seperti itu. (Liina mengatakan hal tersebut padaku sampai mengeluarkan air mata.)
Furqon : baiklah ibu. Aku janji tidak akan mengulangi kesalahanku lagi.
Liina : saat waktu sebelum penculikan itu terjadi adel dan yoshino pergi ke swalayan membeli bahan makanan. Dan kemudian..
Adel : ibu. (Tiba2 muncul dari depan pintu kamarku)
Liina : adel. (Liina tiba2 terkejut)
Adel : biar aku yang menjelaskannya pada kakak. Ibu bisa istirahat.
Liina : baiklah (lalu liina berdiri dan menginggalkan kamarku.)
furqon : sebenarnya apa yang sedang terjadi ? (Dalam hatiku bertanya kenapa adel tidak membiarkan ibu untuk menjelas semua padaku)
Adel : kakak
Furqon : apa yang terjadi ? Bagaimana bisa yoshino diculik ?
Ron : tenang sedikit furqon. Adel pun juga merasa shock disini. Adel kamu bisa pergi ke kamar. Aku dan ibumu akan jelaskan semua ke furqon.
Adel : baik paman. (Lalu adel naik ke atas menuju ke kamarnya.)
Furqon : baiklah Ron apa yang sedang terjadi, kenapa yoshino dapat diculik ?
Ron : kau ingat waktu ada penjual barang haram itu ? Ini masih ada kaitannya dengan itu. Mereka mencoba untuk menjual ancient ke beberapa perusahaan besar. Dan ancient itu dijadikan peliharaan.
Liina : tapi Hunter Company (HC) tidak memiliki bukti untuk menyelesaikan kasus ini jadi para penjual haram itu masih di tahan di dalam penjara.
Ron : Dan kudengar ada banyak ancient yang dijadikan peliharaan. Yoshino adalah salah satu nya.
Furqon : yoshino juga ? (Tidak heran saat itu dia makan tidak seperti orang pada umumnya.)tapi tidak mungkin...
Ron : apa kau tidak sadar furqon ? Kau bertemu dengan nya tanpa sengaja. Dan dia dalam kedaan yang sangat parah. Kau pasti sudah tahu kesimpulannya. Yoshino adalah peliharaan dan dia telah berhasil kabur dari perusahaan besar yang telah menyiksanya.
Furqon : itu tidak mungkin.(3x) Yoshino tetaplah yoshino. Dia bukan peliharaan. Aku yakin itu.
Ron : tapi tenang saja furqon. Kami HC akan menyelamatkan yoshino.
Furqon : tapi bagaimana caranya ?
Ron : kami sudah menduga hal ini akan terjadi, jadi sebelum kalian pulang dari incident kemarin aku melekatkan sebuah alat pencari di leher yoshino. Alat tersebut tidak terlihat dan akan terdeteksi jika kuaktifkan dengan alat detenator ini. Jadi kau tidak perlu khawatir. Dan menurut alat pelacak ini, yoshino berada di Stars Company.
Liina : Stars Company itu berada di giga city bagian pusat.
Ron : baiklah kalau begitu kami akan segera bergegas menyelamatkan yoshino.
Furqon : aku akan ikut.
Ron : furqon aku tahu bagaimana persaanmu tapi aku tidak bisa membiarkanmu ikut bersama kami.
Furqon : tapi...
Liina : ini terlalu berbahaya. Para Hunter seperti Ron tahu apa yang harus dilakukan. Kita hanya bisa menunggu. Lagipula jika kau ikut, kamu juga tidak bisa melakukan apa2 bukan ?
Furqon : sial (aku meninggalkan ruang tamu dan langsung ke kamar.)
Saat masuk dikamar aku hanya merenung tentang masa2 ku yang singkat bersama yoshino. Aku merasa ingin menangis. 4 jam sudah berlalu pukul 18.30 tiba2 saja ada yang mengetuk pintu lalu aku bicara "masuklah pintu nya nggak di kunci kok." Ternyata itu adalah ibuku yang membawakan kue dan juga susu hangat. "Minumlah selagi masih hangat." Ucap ibuku. Aku menghabiskan susuku dan hatiku sedikit hangat. "Terima kasih ibu" ucapku. Tapi aku tidak tahu apa yang harus kami bicarakan.
Liina : sepertinya kau sangat peduli dengan yoshino, furqon.
Furqon : ........
Liina : ketika kau masih kecil kau juga selalu menjaga adel. Meski kau tidak kuat tapi kau mencoba melakukan yang terbaik untuk melindunginya. Itu yang membuat mu terlihat seperti seorang pahlawan di matanya.
Furqon : pahlawan ?
Liina : seorang pahlawan bukan berarti harus menyelamatkan dunia. Tapi seorang pahlawan adalah seorang yang mampu melindungi orang yang dia sayang.
Furqon : kalau begitu biar aku pergi untuk menyelamatkan yoshino.
Liina : jika hal seperti ini kau hanya membuat dirimu sendiri terbunuh. Aku tidak bisa membiarkan anakku terbunuh.
Furqon : kenapa kau begitu mengkhawatirkanku ? Aku merasa tidak enak. Lagipula aku ini bukan anak kandungmu tapi... (liina menamparku dan kemudian dia memelukku dengan erat.)
Liina : meski begitu kau sudah kuanggap sebagai anak sendiri. Tolong Jangan mengatakan hal seperti itu. (Liina mengatakan hal tersebut padaku sampai mengeluarkan air mata.)
Furqon : baiklah ibu. Aku janji tidak akan mengulangi kesalahanku lagi.
Liina : saat waktu sebelum penculikan itu terjadi adel dan yoshino pergi ke swalayan membeli bahan makanan. Dan kemudian..
Adel : ibu. (Tiba2 muncul dari depan pintu kamarku)
Liina : adel. (Liina tiba2 terkejut)
Adel : biar aku yang menjelaskannya pada kakak. Ibu bisa istirahat.
Liina : baiklah (lalu liina berdiri dan menginggalkan kamarku.)
furqon : sebenarnya apa yang sedang terjadi ? (Dalam hatiku bertanya kenapa adel tidak membiarkan ibu untuk menjelas semua padaku)

