Recent post
Hari
ini, kami berencana untuk menjenguk teman kami di kota sebelah. Aku dan
teman-temanku berkumpul di rumahnya Dita. Rumah Dita tidak begitu jauh dari
rumahku perjalannya kira-kira membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit.
Sampai
di rumah Dita aku bertemu dengan Dillah, Azki, Tantya, Ayu, dan Naru. Kami
berbincang-bincang sebentar lalu berangkat ke rumah Nova, teman kami yg ada di
kota Kanhyen. Dalam perjalan, kami bertemu dengan Sifa, dan Carri. Ayu pun
mengajak mereka untuk ikut ke rumah Nova.
Di
tengah-tengah perjalanan, hujan tiba-tiba turun kami segera mencari tempat
berlindung. Tantya menemukan sebuah pos keamanan di jalan menuju rumah Nova.
Tak berpikir panjang, aku dan yang lainnya segera berlindung di pos tersebut.
Hujan
mulai reda, kami mulai berjalan kembali. Karena hujan, jalanan jadi becek. Kami
harus berhati-hati agar tidak terkena lumpur yg ada di jalan.
Tak
lama berjalan, kami sudah tiba di rumah Noval. Noval senang sekali melihat
teman-temannya datang mengunjungginya. Di rumah Nova. Azki, Tantya, Sifa, dan
Ayu bermain di ruang keluargannya. Sedangkan aku, Naru, Carri, Dillah, dan
Dita. Bermain tablet di ruang tengah bersama.
“
Thya, hari ini ada film bagus lho !” kata Naru sambil mendekatiku
“
Emm....... , emangnya film apa ?” tanyaku balik
“
The Indepedent Day. Gimana, mau nonton ngak ?” jawabnya
“
Boleh, jam berapa ?” tanyaku kembali
“
Nanti sebentar lagi, jam 7.30 kok !” jawabnya sambil menyalakan TV di depannya
Carri
datang sembil membawa wafer “ Tango “ dari ruang keluarga. Dan duduk di dekat
Dita. Dillah asik bermain sama Dita di ujung ruang tengah. Carri menghampiriku
dan Naru yang sedang melihat acara TV.
“
Kak, kamu mau wafer ngak ?” tanyanya dengan nada yang memelaskan
“
Oh, iya. Cocok sekali, tepat pada waktunya !” jawabku sambil mengambil wafer yg
dibawa Carri
“
Makasih ya, Carri “ sambung Naru sambil mengambil wafer yang mau kumakan
“
Ehh..... , Naru, kamu itu apa-apaan sih !” tanyaku
“
Ngak ngapa-ngapain. Wah, filmnya dah main !” serunya
Aku,
Naru, dan Carri melihat film bersama-sama. Kebetulan hari itu hari libur jadi
kami bisa menginap di rumah Noval. Jika terlalu malam untuk pulang.
“
Naru, filmnya serem ngak ?” tanyaku di awal-awal film dimulai
“
Ngak begitu juga, “ balasnya dengan singkat
Beberapa
menit film diputar, Carri pergi. Alasannya dia mau bermain di ruang keluarga.
Belakangan ini, Carri agak cuek sama aku. Aku heran, setiap kali ada Naru
sikapnya seolah-olah berubah. Namun, aku dan Naru memang teman yang dekat juga
sih.
Film
sudah berjalan selama 2 jam lebih sedikit aku sudah mulai ngantuk.
“
Naru aku mulai ngantuk nih !” ucapku
“
Jangan tidur dulu dong, filmnya kan belum selesai !” balas Naru
“
Terus gimana dong !” tanyaku
Sejenak
berpikir Naru mendapat ide
“
Aku tahu !” seru Naru
“
Apa, jika bagus aku mau, tapi kalau tidak, aku tidak mau. Aku sudah capek “
balasku
Aku
meninggalkan Naru lalu pergi kekamar dan tidur.
Beberapa
menit setelah itu, aku mulai tertidur. Dan mulai bermimpi.
Pagi
pun tiba, aku bangun bersama dengan Carri juga.
Aku
pun pergi untuk membasuh muka dan sekalian jalan-jalan di sekitar rumah Nova.
Tak lama setelah itu Dita menyusulku dari belakang sambil berlari. Dia bilang
kalau Carri tiba-tiba sakit, badannya deman.
Tak
berpikir lama aku langsung kembali ke rumah Nova, dan mengecek keadaan Carri.
Naru sudah ada di sana. Namun, kelihatannya dia bingung harus berbuat apa.
Aku
segera menyuruh Dita untuk mengambilkan air es dan washslap. Setelah itu, aku
mngompresnya.
“
Carri kamu tidak apa-apa kan ?” tanyaku
“
Kak Thya maaf membuatmu repot ya !” jawabnya dengan senyuman kecil
“
Ya, ngak apa-apa kok “ balasku dengan nada yg tenang
Tiba-tiba
Naru datang membawa makanan untuk Carri dan aku. Berbincang-bincang sebentar,
Naru lalu pergi. Aku mengikutinya sampai di ruang tengah. Aku bertanya kenapa
dia tiba-tiba pergi. Tapi, jawabnya “ aku hanya mengantarkan makanan saja,
tidak ada yg lainnya “.
Aku
jadi bingung sendiri karena sikap Naru, kurasa ada sesuatu yg dia sembunyikan
dari teman-temannya.
Aku
pun kembali ke kamar tamu. Disana sudah ada Dita dan Dillah yang menemani
Carri. Aku menghampiri mereka dan bercerita tentang Afis yang tidak ikut ke
rumah Nova.
Tak
teresa hari sudah siang, sebenarnya kami akan pulang siang ini, tetapi karena
Carri sakit, kami mengundur kepulangan kami menjadi besok.
“
Carri, aku tinggal dulu ya. Aku mau tidur diruang tengah sambil nonton TV “
kataku sambil beranjak dari kursi
“
Ya kak, nggak pa pa kok ! Kan sudah ada Dita dan Dillah yang menjagaku “
jawabnya
“
Baiklah kalau begitu, aku tinggal dulu ya !” balasku sambil pergi
meninggalkannya
Aku
dan teman-temanku pun kembali melanjutkan aktivitasnya masing-masing. Selang
beberapa jam aku menjenguk keadaan Carri yang masih sakit. Tampaknya Carri
sudah lebih baik.
Waktu
makan malampun tiba, aku makan di kamar tamu bersama dengan Carri, Dita, dan
Dillah. Tak lama kemudian Naru datang, dia bilang kalau ada perlu denganku. Aku
pun meninggalkan Carri, Dita, dan Dillah.
“
Naru kita mau kemana ?” tanyaku penasaran
“
Kita akan pergi keluar sebentar. Tak ada masalahkan !” balasnya
“
Nggak ada, cuma penasaran aja. And tumben kamu ajak aku keluar, biasanyakan
jarang banget “ balasku balik
“
Sudah diam saja, jangan banyak bicara “ jawabnya
Tak
lama kami berjalan, dia tiba-tiba berhenti dan menunjuk sebuah tempat. Aku pun
diajak ke sana. Dan diajak berbincang-bincang sebentar. Di tengah-tengah
perbincangan dia bertanya.
“
Thya, menurutmu aku berlebihan nggak ?” tanyanya sambil menundukkan kepalanya
“
Berlebihan apanya ?” tanyaku heran
“
Apa benar ada dendam antara Carri, kamu, dan Dian ?” tanyanya lagi
“
Maksudmu ?” tanyaku balik
“
Aku dengar dari Dillah kalau kamu suka aku kan, sama juga dengan Carri kan ?”
tanyanya
“
Soal itu, aku tidak bisa berbuat apa-apa !” jawabku sambil menundukan kepalaku
“
Lalu, apa benar kalau kalian sering bertengkar untuk mendapatkanku ?” tanyanya
Aku
hanya terdiam, tak bisa berkata-kata lagi. Semua yang ada di dalam hatiku telah
terungkap oleh kata-katanya yang begitu tahu banyak tentang hatiku.
“
Thya, jujur saja. Tidak pa pa kok !” sambungnya
“
Maaf, jika aku menyakitkan hatimu, tapi aku harus pergi, tak ada kata-kata yang
dapat ku katakan untuk hal itu !” jawabku sambil berdiri dan berlari
meninggalkannya
Aku
pun berhenti di depan rumah Nova. Tanpa berpikir aku pergi ke belakang rumah
Nova dan entah kenapa aku menangis sendiri.
Tapi
ada ada satu hal yang kuketahui aku tidak ingin membuat orang lain sedih karena
aku. Aku hanya ingin membuat bahagia seseorang walaupun itu melukai hatiku sendiri.
Aku
pun masuk dan kembali ke kamar tamu. Di sana ada Carri, Dita, dan Dillah yang
tertidur lelap.
Aku
keluar dari sana, dan berjalan menuju ke ruang tengah. Di sana sudah ada Naru
yg sedang nonton TV. Kali ini aku tidak menghampirinya, melainkan sebaliknya
aku meninggalkannya sendiri.
“
Thya, tunggu. Kamu mau kemana ?” tanyanya mencegahku keluar rumah
“
Bukan urusanmu. Sebaiknya kamu didalam saja menemani Carri yang sedang sakit “
jawabku agak marah
“
Thya !” balasnya dengan nada yang agak pelan
“
Tolong, jangan lukai perasaan Carri lagi. Sudah cukup kamu melukai perasaannya
dan juga perasaanku “ jawabku sambil mengenakan sepatu
“
Oh ya, Ingat perkataanku baik-baik ya,
jangan membuat hati orang lain menangis karena seorang yang dia cinta tidak
mencintainya. ” sambungku lalu pergi meninggalkan Naru
“
Tapi kenapa Thya !” tanyanya sambil melihatku pergi
Aku
tak percaya akan mengatakan hal itu pada Naru. Tapi kelihatannya aku agak
memaksanya.
Tak
lama aku berjalan, Dillah datang menyusulku. Dia bilang kalau Carri sudah
sembuh. Aku pun berlari kembali ke rumah Nova.
Sampai
di rumah Nova, aku langsung menghampirinya dan melihat keadaannya. Aku
berencana kita dapat pulang besok pagi, karena sekarang hari sudah gelap. Jadi
besok kami akan pulang.
Setelah
aku menyatakan itu, Naru datang. Dia bilang kalau dia akan berusaha agar tidak
membuat seseorang yang mencintainya menangis.
Memang
benar seorang yang kau cintai belum tentu mencintaimu, walau hanya menjadi
seorang teman atau sahabat. Dia telah memdapat cinta dariku, ALL MY LOVE IS FOR YOU
THE
END
-di tulis oleh Asih Setiyasih-
-hak cipta dilindungi undang undang-
yos kali ini mimin miwa akan membahas soal makanan makanan yang ada dijepang.siapa yang tak kenal jepang pasti semua kenal dengan jepang yang juga kaya dengan budaya,ciri khas serta kulinernya,kali ini mimin akan membhas soal makanan makanan khas yang ada dijepang.yuk langsung saja kita lihat.
1.Onigiri
Yang pertama adalah Onigri, Onigiri adalah nama Jepang untuk makanan berupa nasi yang dipadatkan sewaktu masih hangat sehingga berbentuk segi tiga, bulat, atau seperti karung beras. Dikenal juga dengan nama lain Omusubi, istilah yang kabarnya dulu digunakan kalangan wanita di istana kaisar untuk menyebut Onigiri.
Onigiri dimakan dengan tangan, tidak memakai sumpit. Di Indonesia, Onigiri bisa dijumpai di bagian makanan Jepang toko swalayan terkemuka dan di restoran yang menyediakan makanan Jepang. Di negeri Tiongkok, Onigiri dikenal dengan nama fàntuán
2.Sushi
Sushi adalah makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk (neta) berupa makanan laut, daging, sayuran mentah atau sudah dimasak. Nasi sushi mempunyai rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula.
Asal-usul kata sushi adalah kata sifat untuk rasa masam yang ditulis dengan huruf kanji sushi (酸し). Pada awalnya, sushi yang ditulis dengan huruf kanji 鮓 merupakan istilah untuk salah satu jenis pengawetan ikan disebut gyoshō (魚醤) yang membaluri ikan dengan garam dapur, bubuk ragi atau ampas sake. Penulisan sushi menggunakan huruf kanji 寿司 yang dimulai pada zaman Edo periode pertengahan merupakan cara penulisan ateji (menulis dengan huruf kanji lain yang berbunyi yang sama).
3.Mochi
Mochi adalah kue Jepang yang terbuat dari beras ketan, ditumbuk sehingga lembut dan lengket, kemudian dibentuk menjadi bulat. Di Jepang, kue ini sering dibuat dan dimakan pada saat perayaan tradisional mochitsuki atau perayaan tahun baru Jepang. Namun demikian, jenis kue ini dijual dan dapat diperoleh di toko-toko kue di sepanjang tahun
4.Dango
Dango adalah kue Jepang berbentuk bulat seperti bola kecil, dan dimatangkan dengan cara dikukus atau direbus di dalam air. Adonan dango dibuat dari tepung beras yang diulen dengan air atau air panas. Kushidango adalah sebutan untuk sejumlah 3, 4, atau 5 butir dango yang ditusuk menjadi satu dengan tusukan (kushi) dari bambu. Jumlah butiran dango dalam satu tusuk bergantung pada daerahnya di Jepang.
Dango yang rasanya manis dibuat dengan menambahkan gula ke dalam adonan, sedangkan dango yang tidak manis dicelupkan ke dalam saus. Dango juga bisa dimakan dengan taburan bubuk kacang kedelai (kinako), dimasukkan ke dalam mitsumame (agar-agar yang dimakan bersama aneka buah kaleng) atau selai kacang merah yang diencerkan dengan air. Selain dari tepung beras, dango juga bisa dibuat dari tepung terigu atau tepung millet.
5.Teriyaki
Teriyaki adalah cara memasak makan Jepang yang dipanaskan atau dipanggang di atas wajan atau kisi –kisi dari besi untuk memanggang dengan menggunakan saus teriyaki (tare). Saus teriyaki dibuat dari kecap asin (shoyu), sake untuk memasak, dan dula pasir. Sewaktu sedang membuat teriyaki, bahan –bahan makanan yang akan dipanggang dicelupkan dan diolesi dengan saus teriyaki sampai beberapa kali hingga betul –betul masak. Di Jepang, bahan yang banayak dipakai pada masakan teriyaki adalah ikan (salem, Tongkol, Mackarel, Trout, Marlin), sedangkan di luar Jepang digunakan berbagai jenis daging (ayma, sapi, babi) atau cumi –cumi maupun bahan dari ubi konnyaku.
buat yang pemasaran gambar makanan nya gimna yuk lihat saja dibawah:
![]() |
| Onigiri |
yos ini dulu dari mimin dan tunggu kelanjutan nya di macam macam kuliner jepang bagian dua 

Kuro terbangun ditempat yang tidak dikenalnya. Tempat yang dipenuhi
dengan pepohonan yang tingginya abnormal. Kira kira tingginya ratusan
meter."Gahh.." Kuro memegang kepalanya yang masih sakit. Walaupun sakitnya tidak terlalu parah seperti tadi.
"D-dimana ini?."
Kuro mencoba bangun. Dengan bantuan batang pohon yang ada disampingnya dia berhasil berdiri tegak.
Perlahan Kuro mencoba langkah pertamanya setelah pingsan. Saat mengangkat kakinya tiba tiba keseimbangan Kuro tidak stabil untung saja ada batang pohon disampingnya. Dijadikannya batang pohon itu sebagai penopang tubuhnya agar tidak jatuh.
Setelah beberapa saat Kuro berhasil melakukan langkah pertamanya.
"Huhh.. aku seperti bayi yang belajar jalan."
Gerutu Kuro. Saat ini kaki Kuro tidak seperti biasanya. Kakinya terasa sangat berat dan keseimbangannya tidak seperti biasa.
Setelah melakukan beberapa latihan berjalan dan keseimbangan. Akhirnya Kuro berhasil menguasai tubuhnya kembali.
Perlahan Kuro mulai menyusuri hutan aneh ini. Banyak sekali pertanyaan yang ada dikepala Kuro. Tapi disimpannya semua pertanyaannya untuk nanti.
Lama Kuro berjalan dan dia belum juga menemukan tanda tanda keberadaan manusia.
Grooaarr...
Suara raungan yang keras terdengar dipenjuru hutan. Membuat burung burung berterbangan.
"S-suara apa itu?."
Walaupun takut Kuro tetap berjalan keasal suara itu.
Dibalik semak belukar itu adalah asal suaranya berasal.
Dengan keberanian yang kecil Kuro nekat mengintip apa yang ada dibalik semak semak itu.
Betapa terkejutnya dia. Yang dia lihat bukan lah suatu yang normal. Beruang setinggi 5 meter sedang memakan hasil buruannya yaitu seorang laki laki dengan zirah dan lambang yang tidak diketahui oleh Kuro.
Srekk..
Karena terkejut Kuro melangkah mundur dan tidak sengaja menginjak ranting. Itu adalah suatu kesalahan yang fatal. Karena beruang yang tadi sedang asik makan menyadari kebedaan Kuro.
Grooaarrr...
Beruang itu menatap semak belukar tempat Kuro berlindung dan meraung. Dengan sekali lompatan beruang itu sudah berada didepan Kuro dan bersiap mengoyak tubuh Kuro dengan cakarnya yang tajam.
Untung Kuro sempat menunduk dan hanya beberapa helai rambutnya saja yang terkena cakar beruang itu.
Kuro memukul perut beruang itu dan berguling kebelakang.
Kuro menatap beruang itu lagi. Sekarang beruang itu tampak sangat marah dan itu adalah berita buruk untuk Kuro.
Kuro mulai berlari secepat yang dia bisa.
Grrraarr..
Mengetahui buruannya mencoba lari beruang itu menggeram marah.
Dan dimulailah aksi kejar kejar antara Kuro dan sang beruang.
Beberapa kali nyawa Kuro hampir melayang karena cakaran maupun terkaman beruang. Untungnya Kuro pernah belajar seni bela diri sehingga dia bisa menghindari serangan si beruang.
Beruang mengangkat kaki depannya tinggi tinggi untuk mencakar Kuro.
Cakaran vertikal yang dilakukan beruang berhasil dihindari Kuro dengan berguling kedepan.
Kuro terus berlari. Dan beruang selalu setia mengikutinya dibelakang.
"Cihh.. dasar beruang keras kepala."
Kuro melompat kekiri menghindari cakaran siberuang. Alhasil cakaran siberuang mengenai pohon yang ada didepannya. Cakaran itu menyayat cukup dalam pohon itu.
Melihat hal itu Kuro bertanya. Bagaiman kalau serangan itu mengenainya?
Kuro mengelengkan kepalanya dan mengambil batang kayu. Dia tau . Tidak ada gunanya melarikan diri sekarang. Cepat atau lambat dia pasti akan tertangkap.
"Lebih baik mati setelah bertarung dari pada lari kan tuan beruuang?."
Grrr...
Beruang itu mengeram kecil seakan tau Kuro mengajaknya berduel.
Kali ini Kuro yang berlari duluan. Diangkatnya kayu ditangannya seperti pedang.
Tapi sebelum sampai siberuang lebih dulu mengayunkan cakarnya.
Kuro menunduk menghindari cakar sang beruang dan menghantamkan kayunya ketulang rusuk kanan beruang.
Krakk..
Bunyi sesuatu patah. Dan sesutu yang patah itu adalah kayunya Kuro.
Kuro melompat mundur menghindari gigitan sang beruang.
"Kau kuat juga tuan beruang."
Kuro berlari mengambil kayu lagi. Kuro mengerakan kayunya maju mundur seakan menantang sang beruang.
Groaarr...
Beruang itu meraung seakan mengerti maksud Kuro. Sang beruang berlari kearah Kuro.
Kuro juga mulai berlari. Dia tau beruang itu mengejarnya.
Dia berlari kearah salah satu pohon raksasa.
'Sedikit lagi..'
Pikir Kuro. Dia punya rencana untuk mengalahkan beruang ini. Walaupun persentasi keberhasilannya dibawah 40%. Tapi, siapa yang tau sebelum mencobakan?
'Sedikit lagi'
'Sedikit lagi'
Kuro semakin dekat dengan pohon raksasa itu.
Sang beruang melompat kedepan ingin menerkam Kuro.
'Sekarang'
Kuro menghentakan kakinya dibatang pohon raksasa itu. Dengan dorongan yang cukup Kuro melakukan salto belakang melewati kepala sang beruang yamg ingin menerkamnya.
Tentu saja beruang itu terkejut. Tapi serangannya tidak bisa dibatalkan lagi. Dan hasilnya beruang menabrak pohon raksasa itu dan menghasilkan suara yang keras.
Bruuakk.
Beruang itu roboh ketanah meninggalkan lobang yang cukup dalam dipohon.
Kuro duduk membelakangi beruang itu. Nafasnya ngos ngosan.
"Akhirnya menang juga."
Kuro medeklarasikan kemenangannya. Setidaknya itu yang dipikirkanya.
Groaarr...
Kuro terkejut dengan suara yang didengarnya. Dia kira beruang itu sudah mati atau setidaknya pingsan. Sebelum kuro sempat beraksi. Dia sudah merasakan sakit dibelakangnya.
Sreekk..
Suara daging Kuro yang sobek. Kuro terlempar beberapa meter karena serangan tadi.
Darah segat kini mengalir dibelakang Kuro. Sakit yang sangat membuat dia tidak bisa bergerak. Dia hanya bisa melihat beruang itu mendekatinya dengan tatapan buas.
Grooaarr...
Beruang itu mengangkat cakarnya tinggi tinggi bermaksud mengakhiri hidup Kuro.
Kuro menutup matanya.
Suara langkah kaki mendekati Kuro. Tapi dia tau dia tidak akan selamat.
'Selamat tinggal semua.'
Cakar sang beruang tinggal beberapa centi lagi mengenai Kuro. Dan tiba tiba tubuh sang beruang terbelah menjadi dua. Dengan garis yang lurus.
"Kalian! Cepat bantu anak ini."
Suara seorang memerintah. Dari suaranya orang itu pasti perempuan. Tapi Kuro tidak kuat membuka matanya untuk sekedar melihat penyelamatnya.
Tubuhnya diangkat oleh seseorang. Dan disaat itu juga Kuro kehilangan kesadarannya untuk kedua kalinya.
《》《》《》
"Kuro."
Kuro memdengar suara seseorang memanggilnya.
Dia melihat kesekelilingnya. Tapi hanya kegelapan yang ada.
"K-kuro.. T-tolong aku."
Dia mendengar suara itu lagi.
"Siapa itu? Tunjukan dirimu."
"K-kuro. T-tolong aku."
Kuro mulai jengkel dan berteriak.
"BAGAIMANA AKU MENOLONGMU KALAU AKU TIDAK BISA MELIHATMU!!."
Seketika tempat yang tadinya Kuro berada gelap. Kini cahaya sangar terang menggantikannya.
Spontan Kuro menutup matanya karena silau.
"K-kuro-o."
Suara itu memanggilnya lagi. Kuro membuka matanya dan dia sangat terkejut.
Saat ini Kuro berada disebuah hutan. Tidak sepeti hutan sebelumnya. Hutan ini sangat normal. Dan didepannya adalah seorang gadis sekitar umur 18 tahun. Seumuran dengan Kuro.
Gadis itu mempunyai rambut merah dengan iris mata yang sama. Wajahnya juga sangat cantik. Mungkin gadis ini adalah perempuan yang paling cantik yang pernah ditemui oleh Kuro.
Gadis itu dirantai dikedua pergelangan tangan dan kakiknya.
"Ak-akhirnya kau d-datang juga k-kuro."
Gadis itu tersenyum kearah Kuro. Gadis itu membuatnya sedikit tersipu. Dan membuat suasana canggung sementara.
"Si-siapa kau?."
Tanya Kuro. Bukankah pertanyaan itu adalah pertanyaan yang cocok untuk saat ini?
"P-perkenalkan na-nama ku A-aeria. Salam k-kenal K-kuro-kun."
Aeria memperkenalkan dirinya dengan suara yang putus putus. Mungkin efek dari rasa sakit diikat rantai.
"Kau tadi meminta pertolongankukan?"
Aeria hanya mengangguk lemah.
"Bagaimana aku menolongmu?."
Wajah Aeria tampak sedih. Dia juga tidak tau caranya.
"Huhh... Jangan menyuruh orang kalau kau sendiri tidak tau."
Gumam Kuro kesal.
Aeria hanya memasang wajah sedih. Dia tau. Dia yang bersalah disini.
Kuro yang melihat Aeria begitu menjadi tidak enak dan memutuskan menolongnya dengan cara yang ada dipikirannya.
Kuro mencari sesuatu untuk menghancurkan rantai itu.
Dia menemukan sebuah batu. Dan akan digunakannya untuk menghancurkan rantai itu.
Kuro mendekat ke Aeria dan menghantamkan batu itu kerantai yang mengikat Aeria.
Tapi bukannya rantai yang hancur melainkan batu itu yang hancur.
Kuro tidak tau lagi apa yang harus dilakukan.
Dipegagangnya rantai itu. Dia mengamati rantai itu dengan teliti.
"tidak ada yang aneh dengan rant-"
Sebelum sempat menyelesaikan kata katanya. Rantai yang dipegang Kuro hancur menjadi partikel kecil.
Tentu ini membuat Aeria maupun Kuro terkejut.
Hanya dengan sentuhan rantai itu hancur?
"Kuro-kun. A-apa yang kau lakukan tadi?."
Sekarang tangan kanan Aeria sudah bebas. Dipergelangan tangannya bisa dilihat garis merah.
"Ntah. Aku juga tidak tau."
Dengan ekspresi bingung Kuro memandangi kedua telapak tanganya.
Dia tidak percaya apa yang dilakukannya.
"Apa yang kau tunggu lagi Kuro-kun? Cepat sentuh dan hancurkan rantai yang lain."
Seakan baru sadar. Kuro langsung bergegas menyentuh rantai yang tersisa. Hanya membutuh kan waktu 5 menit semua rantai yang mengikat Aeria hancur.
Aeria sangat senang sudah sangat lama dia terikat di rantai itu.
"Terima kasih Kuro-kun. Terima kasih."
Aeria menggegam kedua telapak tangan Kuro dan membuatnya salah tingkah.
Aeria juga menyadarinya. Seketika wajah Aeria memerah karena malu.
"Ehmm.. sekali lagi terima kasih Kuro-kun."
Kuro hanya mengangguk beberapa kali.
"ini sudah waktunya kita pergi dari tempat ini. Sampai jumpa lagi Kuro-kun"
Aeria tersenyum bahagia.
"Apa maks-"
Tiba tiba semuanya menjadi terang.
《》《》《》
Kuro terbangun ditempat yang asing. Hal pertama yang dilihatnya adalah atap kayu.
"Erghh..."
Kuro mencoba bangun dari tempatnya. Tapi rasa sakit dipunggungnya menghentikan Kuro untuk bangun.
"Jangam dipaksakan dulu. Kau belum terlalu sembuh."
Seorang wanita duduk disamping ranjang Kuro.
Wanita itu menggunakan zirah putih dan ada sebuah pedang yang bergantung dipinggangnya
Dilihat dari wajahnyan wanita itu umurnya kira kira 20-an tahun.
"Eghh.. k-kau siapa?."
"Perkenalkan. Nama ku Rosemary. Jendral sihir divisi 2."
Dengan bangga Rosemary memperkenalkan diri.
Tapi, Kuro tidak memberikan ekspresi seakan dikagum tapi ekspresi binggunglah yang ditunjukan Kuro.
"Maaf? Bisa kau ulangi?."
Kuro menggosok telinganya. Sepertinya ada yang salah dengan pendengarannya.
"Aku Rosemary. Jendral sihir divisi 2."
Kuro menunjukan wajah melongonya. Sihir? Memangnya ada hal seperti itu?.
"Ada apa?."
Melihat ekspresi Kuro yang aneh otomatis Rosemary bertanya.
"Ahh... Tidak Rose-san. Aku tidak mengira bertemu jendral dari divisi sihir. Hehe.."
Untuk saat ini. Kuro akan menutupi identitasnya.
"Ohh.. Kau beruntung bocah hanya bertemu Bloody Bear."
Kuro bingung. Bloody Bear?
"Ahh.. Apa kau tidak tau kalau beruang itu namanya Bloody Bear?"
Kuro hanya mengangguk. Dia baru beberapa saat ada ditempat aneh ini. Jadi manamungkin dia tau namanya.
"Oyy.. Bocah."
Kuro tampak kesal. Wanita didepannya ini selalu memanggilnya bocah. Padahal umur mereka berdua mungkin hanya beda 3-4 tahun saja.
"Berhenti panggil aku bocah. Aku juga punya nama."
"Ohh.. kalau begitu sebutkan namamu."
"Namaku Kuro kasame."
"Statusmu?"
Status? apaa pentingnya itu?
"Apa aku per-"
Srreettt..
Belum sempat Kuro selesai bicara. Pedang Rosemary dengan lancar keluar dari sarungnya dan menempel dileher Kuro.
"Kau harus menyebutkan statusmu. Bukankah itu aturannya... Kuro?"
'C-cepat sekali.'
Pikir Kuro. Dia tidak pernah melihat seseorang secepat itu. Keringat dingin mengalir dikening Kuro.
Rosemary makin menekan pedangnya keleher Kuro.
"S-status ku..."
Kuro binggung mau menjawab apa. Tapi setelah melihat wajah Rosemary yang menyeramkan dengan cepat dia menjawab.
"Pengrmbara. Statusku pengembara."
Rosemary menatap Kuro sejenak. Lalu menarik kembali pedangnya dan menyimpannya.
Melihat itu Kuro bisa bernapas lega. Dia kira dia akan mati.
"Aku tidak tau ada pengembara dihutan terlarang ini."
Mendengar sesuatu yang aneh Kuro menggosok telinganya.
"Terlarang? Apa maksudmu?"
"Apa kau tidak tau kalau hutan Hurz ini adalah hutan terlarang?."
Kuro hanya diam. Melihat itu Rosemary menarik kesimpulan bahwa Kuro tidak mengetahuinya.
"Haa.. Biarku jelaskan. Hutan Hurz ini adalah tempat tinggal para hewan buas dan demon."
Sekali lagi Kuro mendengar hal yang aneh. Demon?
"Saat malam hari semua hewan dan demon dihutan ini bertambah kuat
Untungnya kau cuman bertemu Bloody Bear bukannya Demon."
"Apakah demon sekuat itu?."
Kuro befikir. Kalau Bloody Bear saja sudah bisa mengoyak batang pohon sangat dalam bagaimana kekuatan Demon?
"Ya.. Tapi tidak semuanya kuat."
Kuro hanya diam.
"Yasudah. Saatnya kau ganti perban. Balikan badanmu."
Kuro membalikkan badannya. Sekarang punggung Kurolah yang dilihat Rosemary. Ditubuh Kuro terpasang tiga lapis perban.
Perlahan Rosemary membuka perban lapisan pertama Kuro.
Perban utama terlepas. Sekarang bisa dilihat perban kedua Kuro terdapat berkas darah. Menandakan luka Kuro sangat dalam.
Rosemary kembali membuka perban kedua Kuro. Walaupun agak kesulitan tapi masih bisa terbuka.
Sekarang terlihat perban lapisan pertama yang penuh darah. Dengan hati hati Rosemary membukanya.
Tapi perban itu sangat lengket. Rosemary mengambil air hangat. Dengan bantuan air itu perlahan perban terbuka.
Rosemary merasa aneh karena Kuro tidak kesakitan.
Saat semua perban terbuka. Rosemary sangat terkejut. Luka bekas cakaran Bloody Bear hilang tak tersisa. Umumnya luka seperti itu akan hilang dalam waktu 3-5 hari dengan bantuan sihir penyembuh. Dan akan meninggalkan bekas.
Tapi Kuro hanya butuh setengah hari untuk pulih. Bekas cakaranpun tidak ada dipunggungnya. Seakan punggungnya tidak pernah terluka.
"Ada apa Rose-san?. Kenapa kau diam?."
Menyadari Rosemary diam otomatis membuat Kuro bertanya.
"Ahh.. tidak apa apa. Kurasa kau tidak perlu pakai perban lagi."
Menurutnya Kuro juga tidak tau tentang kekuatan penyembuhannya.
Kuro hanya menatap Rosemary heran. Dia baru setengah hari yang lalu terluka. Tapi sekarang dia tidak perlu lagi menggunakan perban.
"Apa maksudmu?"
"Lukamu sudah kering jadi kau tidak perlu pakai perban lagi. Sekarang gunakan bajumu. Aku akan mengajakmu keliling kamp."
Merasa ada yang aneh dengan kata Rosemary. Kuropun bertanya.
"Kamp?"
Seakan baru sadar Rosemary menupuk keningnya lemah.
"Ahhh.. Sekarang kau berada dikamp sihir divisi 2. Ditepi hutan Hurz."
"Ohh..."
Kuro hanya ber-oh panjang saja. Tentu ini membuat Rosemary kesal. Tapi ditahannya semua kekesalannya karena dia tau Kuro belum terlalu sembuh walaupun lukanya sudah hilang.
Setelah Kuro memakai baju. Merekapun keluar.
Kuro sangat terkejut. Dia kira kamp ini besarnya hanya beberapa puluh meter saja. Tapi kenyataannya kamp ini lebih seperti sebuah desa.
Dibagian timur kamp ada kantin dan posko medis. Dibagian barat ada lapangan pelatiham prajurit. Bisa dilihat banyak prajurit yang berlatih.
Diselatan yaitu tempat saat ini Kuro berada adalah tempat dimana tenda tenda berdiri kokoh. Kira kira ada kurang lebih ratusan tenda.
Dan dibagian utara ada sebuah bagunan berbentuk bundar dengan dinding bara kokoh. Bisa dilihat bahwa bangunan itu tidak memiliki ventilasi udara. Seakan orang yang ada didalamnya mengisolasikan dirinya dari dunia luar.
Baru Kuro ingin bertanya tentang bangunan itu. Tapi dipotong oleh teriakan seseorang.
"Rose-sama!"
Seorang prajurit berlari dengan zirah lengkap ditubuhnya. Bisa dilihat dari nafasnya yang tidak teratur orang itu pasti kecapian.
"Ada apa Luis? Kenapa kau terburu buru?"
"Digerbang utara sekumpulan demon menyerang. Mohon tindakannya segera Rose-sama."
Mata Rosemary terbelak kaget. Sekumpulan Demon? Melawan satu demon aja sudah sulit apa satu kelompok.
"Apa kau bercanda Luis.?!"
Rosemary tidak percaya dengan ucapan Luis.
"Tidak. Saya serius Rose-sama. Sekarang prajurit digerbang utara sangat kewalahan melawan para demon."
Melihat mata Luis yang bersungguh sungguh membuat Rosemary percaya padanya.
Rosemary menarik nafas dalam dan berteriak kencang.
"PERHATIAN SEMUA!! SEKARANG GERBANG UTARA SEDANG DISERAMG SEGEROMBOLAN DEMON. SEGERA BANTU PRAJURIT YANG ADA DISANA DAN PERTAHANKAN APA YANG SUDAH KITA BANGUN."
Teriakan Rosemary menarik perhatian semua prajurit yang ada. Mereka mendengar teriakan Rosemary dengan tatapan penuh tekad dan keberanian.
Sekali lagi Rosemary berteriak.
"UNTUK KELOMPOK 1,2,3 SEGERA KEGERBANG UTARA DAN BANTU YANG ADA DISANA. UNTUK KELOMPOK MEDIS SEMBUHKAN YANG TERLUKA SEBISA KALIAN. DAN SISANYA JAGA LINI BELAKANG. SEKARANG KERJAKAN!!"
Mendengar perintah Rosemary. Semua prajurit melaksanakan tugasnya.
Kuro yang sedari tadi disamping Rosemary hanya menutup telinganya.
Rosemary melihat itu. Dia hanya menatap Kuro tajam. Dan yang ditatap hanya diam mematung.
"Kuro."
Kuro hanya diam.
"Bantu yang lain digerbang utara. Kami butuh bantuanmu."
Rosemary memberikan pedangnya. Pedang jenis satu tangan yang berbilah perak dan bergagang hitam dengan corak dan simbol yang tidak dikenal Kuro.
"Aku akan menyusul setelah mengambil pedang baru."
Rosemary lari kearah salahsatu tenda.
Ditempatnya Kuro hanya diam menatap pedang itu.
"Ya.. anggap aja balas budi."
Kuro mulai lari keutara. Dimana medan pertempuran sesungguhnya berada.
Digerbang utara. Kuro sangat terkejut. Api berkobar dimana mana dan teriakan kesakitan terus berkumandang. Makhluk makhluk aneh yang disebut demon itu ada yang bisa mengeluarkan api dan gas beracun.
Tanpa sadar. Dibelakang Kuro ada satu demon yang membuka mulutnya lebar siap menelan Kuro.
Srraattt..
"Oyy bocah. Apa kau mau mati?."
Seseorang menyelamatkan Kuro dari kematian.
"Ahh... T-terima kasih Luis-san."
Luis hanya mengangguk kecil dan langsung fokus kedemon yang masih banyak bertebaran.
"Bocah. Apa kau bisa menggunakan pedang?"
Kuro menghiraukan pertanyaan Luis dan hanya menatap diam kedemon yang baru dibunuh Luis.
Demon itu berbentuk seperti kadal raksasa dengan kulit hitam legam dan berjalan dengan dua kaki. Darahnya juga berwarna hitam bukannya merah.
"Oyy.. aku bicara denganmu bocah."
Seakan baru sadar Kuro baru menjawab pertanyaan Luis.
"Ahh.. ya aku bisa.... Mungkin."
Mendengar jawaban Kuro. Luis berdengus kesal.
"Lebih baik kau kembali saja. Orang sepertimu hanya akan menjadi penggangu."
Sekarang Kuro lah yang terlihat kesal. Dipaling benci dengan kata penggangu.
Kuro menatap Luis tajam dan aura membunuhnya meningkat pesat.
Luis menyadari tatapan Kuro. Tapi dia tidak menyadari aura membunuh Kuro.
"Apa yang kau li-"
Srriinnggg...
Belum sempat Luis selesai bicara. Pedang Kuro sudah menempel dilehernya.
Luis sangat terkejut. Kecepatan Luro hampir sama dengan kecepatan Rosemary. Salah satu dari jendral sihir.
"Cihh.. dasar beruang keras kepala."
Kuro melompat kekiri menghindari cakaran siberuang. Alhasil cakaran siberuang mengenai pohon yang ada didepannya. Cakaran itu menyayat cukup dalam pohon itu.
Melihat hal itu Kuro bertanya. Bagaiman kalau serangan itu mengenainya?
Kuro mengelengkan kepalanya dan mengambil batang kayu. Dia tau . Tidak ada gunanya melarikan diri sekarang. Cepat atau lambat dia pasti akan tertangkap.
"Lebih baik mati setelah bertarung dari pada lari kan tuan beruuang?."
Grrr...
Beruang itu mengeram kecil seakan tau Kuro mengajaknya berduel.
Kali ini Kuro yang berlari duluan. Diangkatnya kayu ditangannya seperti pedang.
Tapi sebelum sampai siberuang lebih dulu mengayunkan cakarnya.
Kuro menunduk menghindari cakar sang beruang dan menghantamkan kayunya ketulang rusuk kanan beruang.
Krakk..
Bunyi sesuatu patah. Dan sesutu yang patah itu adalah kayunya Kuro.
Kuro melompat mundur menghindari gigitan sang beruang.
"Kau kuat juga tuan beruang."
Kuro berlari mengambil kayu lagi. Kuro mengerakan kayunya maju mundur seakan menantang sang beruang.
Groaarr...
Beruang itu meraung seakan mengerti maksud Kuro. Sang beruang berlari kearah Kuro.
Kuro juga mulai berlari. Dia tau beruang itu mengejarnya.
Dia berlari kearah salah satu pohon raksasa.
'Sedikit lagi..'
Pikir Kuro. Dia punya rencana untuk mengalahkan beruang ini. Walaupun persentasi keberhasilannya dibawah 40%. Tapi, siapa yang tau sebelum mencobakan?
'Sedikit lagi'
'Sedikit lagi'
Kuro semakin dekat dengan pohon raksasa itu.
Sang beruang melompat kedepan ingin menerkam Kuro.
'Sekarang'
Kuro menghentakan kakinya dibatang pohon raksasa itu. Dengan dorongan yang cukup Kuro melakukan salto belakang melewati kepala sang beruang yamg ingin menerkamnya.
Tentu saja beruang itu terkejut. Tapi serangannya tidak bisa dibatalkan lagi. Dan hasilnya beruang menabrak pohon raksasa itu dan menghasilkan suara yang keras.
Bruuakk.
Beruang itu roboh ketanah meninggalkan lobang yang cukup dalam dipohon.
Kuro duduk membelakangi beruang itu. Nafasnya ngos ngosan.
"Akhirnya menang juga."
Kuro medeklarasikan kemenangannya. Setidaknya itu yang dipikirkanya.
Groaarr...
Kuro terkejut dengan suara yang didengarnya. Dia kira beruang itu sudah mati atau setidaknya pingsan. Sebelum kuro sempat beraksi. Dia sudah merasakan sakit dibelakangnya.
Sreekk..
Suara daging Kuro yang sobek. Kuro terlempar beberapa meter karena serangan tadi.
Darah segat kini mengalir dibelakang Kuro. Sakit yang sangat membuat dia tidak bisa bergerak. Dia hanya bisa melihat beruang itu mendekatinya dengan tatapan buas.
Grooaarr...
Beruang itu mengangkat cakarnya tinggi tinggi bermaksud mengakhiri hidup Kuro.
Kuro menutup matanya.
Suara langkah kaki mendekati Kuro. Tapi dia tau dia tidak akan selamat.
'Selamat tinggal semua.'
Cakar sang beruang tinggal beberapa centi lagi mengenai Kuro. Dan tiba tiba tubuh sang beruang terbelah menjadi dua. Dengan garis yang lurus.
"Kalian! Cepat bantu anak ini."
Suara seorang memerintah. Dari suaranya orang itu pasti perempuan. Tapi Kuro tidak kuat membuka matanya untuk sekedar melihat penyelamatnya.
Tubuhnya diangkat oleh seseorang. Dan disaat itu juga Kuro kehilangan kesadarannya untuk kedua kalinya.
《》《》《》
"Kuro."
Kuro memdengar suara seseorang memanggilnya.
Dia melihat kesekelilingnya. Tapi hanya kegelapan yang ada.
"K-kuro.. T-tolong aku."
Dia mendengar suara itu lagi.
"Siapa itu? Tunjukan dirimu."
"K-kuro. T-tolong aku."
Kuro mulai jengkel dan berteriak.
"BAGAIMANA AKU MENOLONGMU KALAU AKU TIDAK BISA MELIHATMU!!."
Seketika tempat yang tadinya Kuro berada gelap. Kini cahaya sangar terang menggantikannya.
Spontan Kuro menutup matanya karena silau.
"K-kuro-o."
Suara itu memanggilnya lagi. Kuro membuka matanya dan dia sangat terkejut.
Saat ini Kuro berada disebuah hutan. Tidak sepeti hutan sebelumnya. Hutan ini sangat normal. Dan didepannya adalah seorang gadis sekitar umur 18 tahun. Seumuran dengan Kuro.
Gadis itu mempunyai rambut merah dengan iris mata yang sama. Wajahnya juga sangat cantik. Mungkin gadis ini adalah perempuan yang paling cantik yang pernah ditemui oleh Kuro.
Gadis itu dirantai dikedua pergelangan tangan dan kakiknya.
"Ak-akhirnya kau d-datang juga k-kuro."
Gadis itu tersenyum kearah Kuro. Gadis itu membuatnya sedikit tersipu. Dan membuat suasana canggung sementara.
"Si-siapa kau?."
Tanya Kuro. Bukankah pertanyaan itu adalah pertanyaan yang cocok untuk saat ini?
"P-perkenalkan na-nama ku A-aeria. Salam k-kenal K-kuro-kun."
Aeria memperkenalkan dirinya dengan suara yang putus putus. Mungkin efek dari rasa sakit diikat rantai.
"Kau tadi meminta pertolongankukan?"
Aeria hanya mengangguk lemah.
"Bagaimana aku menolongmu?."
Wajah Aeria tampak sedih. Dia juga tidak tau caranya.
"Huhh... Jangan menyuruh orang kalau kau sendiri tidak tau."
Gumam Kuro kesal.
Aeria hanya memasang wajah sedih. Dia tau. Dia yang bersalah disini.
Kuro yang melihat Aeria begitu menjadi tidak enak dan memutuskan menolongnya dengan cara yang ada dipikirannya.
Kuro mencari sesuatu untuk menghancurkan rantai itu.
Dia menemukan sebuah batu. Dan akan digunakannya untuk menghancurkan rantai itu.
Kuro mendekat ke Aeria dan menghantamkan batu itu kerantai yang mengikat Aeria.
Tapi bukannya rantai yang hancur melainkan batu itu yang hancur.
Kuro tidak tau lagi apa yang harus dilakukan.
Dipegagangnya rantai itu. Dia mengamati rantai itu dengan teliti.
"tidak ada yang aneh dengan rant-"
Sebelum sempat menyelesaikan kata katanya. Rantai yang dipegang Kuro hancur menjadi partikel kecil.
Tentu ini membuat Aeria maupun Kuro terkejut.
Hanya dengan sentuhan rantai itu hancur?
"Kuro-kun. A-apa yang kau lakukan tadi?."
Sekarang tangan kanan Aeria sudah bebas. Dipergelangan tangannya bisa dilihat garis merah.
"Ntah. Aku juga tidak tau."
Dengan ekspresi bingung Kuro memandangi kedua telapak tanganya.
Dia tidak percaya apa yang dilakukannya.
"Apa yang kau tunggu lagi Kuro-kun? Cepat sentuh dan hancurkan rantai yang lain."
Seakan baru sadar. Kuro langsung bergegas menyentuh rantai yang tersisa. Hanya membutuh kan waktu 5 menit semua rantai yang mengikat Aeria hancur.
Aeria sangat senang sudah sangat lama dia terikat di rantai itu.
"Terima kasih Kuro-kun. Terima kasih."
Aeria menggegam kedua telapak tangan Kuro dan membuatnya salah tingkah.
Aeria juga menyadarinya. Seketika wajah Aeria memerah karena malu.
"Ehmm.. sekali lagi terima kasih Kuro-kun."
Kuro hanya mengangguk beberapa kali.
"ini sudah waktunya kita pergi dari tempat ini. Sampai jumpa lagi Kuro-kun"
Aeria tersenyum bahagia.
"Apa maks-"
Tiba tiba semuanya menjadi terang.
《》《》《》
Kuro terbangun ditempat yang asing. Hal pertama yang dilihatnya adalah atap kayu.
"Erghh..."
Kuro mencoba bangun dari tempatnya. Tapi rasa sakit dipunggungnya menghentikan Kuro untuk bangun.
"Jangam dipaksakan dulu. Kau belum terlalu sembuh."
Seorang wanita duduk disamping ranjang Kuro.
Wanita itu menggunakan zirah putih dan ada sebuah pedang yang bergantung dipinggangnya
Dilihat dari wajahnyan wanita itu umurnya kira kira 20-an tahun.
"Eghh.. k-kau siapa?."
"Perkenalkan. Nama ku Rosemary. Jendral sihir divisi 2."
Dengan bangga Rosemary memperkenalkan diri.
Tapi, Kuro tidak memberikan ekspresi seakan dikagum tapi ekspresi binggunglah yang ditunjukan Kuro.
"Maaf? Bisa kau ulangi?."
Kuro menggosok telinganya. Sepertinya ada yang salah dengan pendengarannya.
"Aku Rosemary. Jendral sihir divisi 2."
Kuro menunjukan wajah melongonya. Sihir? Memangnya ada hal seperti itu?.
"Ada apa?."
Melihat ekspresi Kuro yang aneh otomatis Rosemary bertanya.
"Ahh... Tidak Rose-san. Aku tidak mengira bertemu jendral dari divisi sihir. Hehe.."
Untuk saat ini. Kuro akan menutupi identitasnya.
"Ohh.. Kau beruntung bocah hanya bertemu Bloody Bear."
Kuro bingung. Bloody Bear?
"Ahh.. Apa kau tidak tau kalau beruang itu namanya Bloody Bear?"
Kuro hanya mengangguk. Dia baru beberapa saat ada ditempat aneh ini. Jadi manamungkin dia tau namanya.
"Oyy.. Bocah."
Kuro tampak kesal. Wanita didepannya ini selalu memanggilnya bocah. Padahal umur mereka berdua mungkin hanya beda 3-4 tahun saja.
"Berhenti panggil aku bocah. Aku juga punya nama."
"Ohh.. kalau begitu sebutkan namamu."
"Namaku Kuro kasame."
"Statusmu?"
Status? apaa pentingnya itu?
"Apa aku per-"
Srreettt..
Belum sempat Kuro selesai bicara. Pedang Rosemary dengan lancar keluar dari sarungnya dan menempel dileher Kuro.
"Kau harus menyebutkan statusmu. Bukankah itu aturannya... Kuro?"
'C-cepat sekali.'
Pikir Kuro. Dia tidak pernah melihat seseorang secepat itu. Keringat dingin mengalir dikening Kuro.
Rosemary makin menekan pedangnya keleher Kuro.
"S-status ku..."
Kuro binggung mau menjawab apa. Tapi setelah melihat wajah Rosemary yang menyeramkan dengan cepat dia menjawab.
"Pengrmbara. Statusku pengembara."
Rosemary menatap Kuro sejenak. Lalu menarik kembali pedangnya dan menyimpannya.
Melihat itu Kuro bisa bernapas lega. Dia kira dia akan mati.
"Aku tidak tau ada pengembara dihutan terlarang ini."
Mendengar sesuatu yang aneh Kuro menggosok telinganya.
"Terlarang? Apa maksudmu?"
"Apa kau tidak tau kalau hutan Hurz ini adalah hutan terlarang?."
Kuro hanya diam. Melihat itu Rosemary menarik kesimpulan bahwa Kuro tidak mengetahuinya.
"Haa.. Biarku jelaskan. Hutan Hurz ini adalah tempat tinggal para hewan buas dan demon."
Sekali lagi Kuro mendengar hal yang aneh. Demon?
"Saat malam hari semua hewan dan demon dihutan ini bertambah kuat
Untungnya kau cuman bertemu Bloody Bear bukannya Demon."
"Apakah demon sekuat itu?."
Kuro befikir. Kalau Bloody Bear saja sudah bisa mengoyak batang pohon sangat dalam bagaimana kekuatan Demon?
"Ya.. Tapi tidak semuanya kuat."
Kuro hanya diam.
"Yasudah. Saatnya kau ganti perban. Balikan badanmu."
Kuro membalikkan badannya. Sekarang punggung Kurolah yang dilihat Rosemary. Ditubuh Kuro terpasang tiga lapis perban.
Perlahan Rosemary membuka perban lapisan pertama Kuro.
Perban utama terlepas. Sekarang bisa dilihat perban kedua Kuro terdapat berkas darah. Menandakan luka Kuro sangat dalam.
Rosemary kembali membuka perban kedua Kuro. Walaupun agak kesulitan tapi masih bisa terbuka.
Sekarang terlihat perban lapisan pertama yang penuh darah. Dengan hati hati Rosemary membukanya.
Tapi perban itu sangat lengket. Rosemary mengambil air hangat. Dengan bantuan air itu perlahan perban terbuka.
Rosemary merasa aneh karena Kuro tidak kesakitan.
Saat semua perban terbuka. Rosemary sangat terkejut. Luka bekas cakaran Bloody Bear hilang tak tersisa. Umumnya luka seperti itu akan hilang dalam waktu 3-5 hari dengan bantuan sihir penyembuh. Dan akan meninggalkan bekas.
Tapi Kuro hanya butuh setengah hari untuk pulih. Bekas cakaranpun tidak ada dipunggungnya. Seakan punggungnya tidak pernah terluka.
"Ada apa Rose-san?. Kenapa kau diam?."
Menyadari Rosemary diam otomatis membuat Kuro bertanya.
"Ahh.. tidak apa apa. Kurasa kau tidak perlu pakai perban lagi."
Menurutnya Kuro juga tidak tau tentang kekuatan penyembuhannya.
Kuro hanya menatap Rosemary heran. Dia baru setengah hari yang lalu terluka. Tapi sekarang dia tidak perlu lagi menggunakan perban.
"Apa maksudmu?"
"Lukamu sudah kering jadi kau tidak perlu pakai perban lagi. Sekarang gunakan bajumu. Aku akan mengajakmu keliling kamp."
Merasa ada yang aneh dengan kata Rosemary. Kuropun bertanya.
"Kamp?"
Seakan baru sadar Rosemary menupuk keningnya lemah.
"Ahhh.. Sekarang kau berada dikamp sihir divisi 2. Ditepi hutan Hurz."
"Ohh..."
Kuro hanya ber-oh panjang saja. Tentu ini membuat Rosemary kesal. Tapi ditahannya semua kekesalannya karena dia tau Kuro belum terlalu sembuh walaupun lukanya sudah hilang.
Setelah Kuro memakai baju. Merekapun keluar.
Kuro sangat terkejut. Dia kira kamp ini besarnya hanya beberapa puluh meter saja. Tapi kenyataannya kamp ini lebih seperti sebuah desa.
Dibagian timur kamp ada kantin dan posko medis. Dibagian barat ada lapangan pelatiham prajurit. Bisa dilihat banyak prajurit yang berlatih.
Diselatan yaitu tempat saat ini Kuro berada adalah tempat dimana tenda tenda berdiri kokoh. Kira kira ada kurang lebih ratusan tenda.
Dan dibagian utara ada sebuah bagunan berbentuk bundar dengan dinding bara kokoh. Bisa dilihat bahwa bangunan itu tidak memiliki ventilasi udara. Seakan orang yang ada didalamnya mengisolasikan dirinya dari dunia luar.
Baru Kuro ingin bertanya tentang bangunan itu. Tapi dipotong oleh teriakan seseorang.
"Rose-sama!"
Seorang prajurit berlari dengan zirah lengkap ditubuhnya. Bisa dilihat dari nafasnya yang tidak teratur orang itu pasti kecapian.
"Ada apa Luis? Kenapa kau terburu buru?"
"Digerbang utara sekumpulan demon menyerang. Mohon tindakannya segera Rose-sama."
Mata Rosemary terbelak kaget. Sekumpulan Demon? Melawan satu demon aja sudah sulit apa satu kelompok.
"Apa kau bercanda Luis.?!"
Rosemary tidak percaya dengan ucapan Luis.
"Tidak. Saya serius Rose-sama. Sekarang prajurit digerbang utara sangat kewalahan melawan para demon."
Melihat mata Luis yang bersungguh sungguh membuat Rosemary percaya padanya.
Rosemary menarik nafas dalam dan berteriak kencang.
"PERHATIAN SEMUA!! SEKARANG GERBANG UTARA SEDANG DISERAMG SEGEROMBOLAN DEMON. SEGERA BANTU PRAJURIT YANG ADA DISANA DAN PERTAHANKAN APA YANG SUDAH KITA BANGUN."
Teriakan Rosemary menarik perhatian semua prajurit yang ada. Mereka mendengar teriakan Rosemary dengan tatapan penuh tekad dan keberanian.
Sekali lagi Rosemary berteriak.
"UNTUK KELOMPOK 1,2,3 SEGERA KEGERBANG UTARA DAN BANTU YANG ADA DISANA. UNTUK KELOMPOK MEDIS SEMBUHKAN YANG TERLUKA SEBISA KALIAN. DAN SISANYA JAGA LINI BELAKANG. SEKARANG KERJAKAN!!"
Mendengar perintah Rosemary. Semua prajurit melaksanakan tugasnya.
Kuro yang sedari tadi disamping Rosemary hanya menutup telinganya.
Rosemary melihat itu. Dia hanya menatap Kuro tajam. Dan yang ditatap hanya diam mematung.
"Kuro."
Kuro hanya diam.
"Bantu yang lain digerbang utara. Kami butuh bantuanmu."
Rosemary memberikan pedangnya. Pedang jenis satu tangan yang berbilah perak dan bergagang hitam dengan corak dan simbol yang tidak dikenal Kuro.
"Aku akan menyusul setelah mengambil pedang baru."
Rosemary lari kearah salahsatu tenda.
Ditempatnya Kuro hanya diam menatap pedang itu.
"Ya.. anggap aja balas budi."
Kuro mulai lari keutara. Dimana medan pertempuran sesungguhnya berada.
Digerbang utara. Kuro sangat terkejut. Api berkobar dimana mana dan teriakan kesakitan terus berkumandang. Makhluk makhluk aneh yang disebut demon itu ada yang bisa mengeluarkan api dan gas beracun.
Tanpa sadar. Dibelakang Kuro ada satu demon yang membuka mulutnya lebar siap menelan Kuro.
Srraattt..
"Oyy bocah. Apa kau mau mati?."
Seseorang menyelamatkan Kuro dari kematian.
"Ahh... T-terima kasih Luis-san."
Luis hanya mengangguk kecil dan langsung fokus kedemon yang masih banyak bertebaran.
"Bocah. Apa kau bisa menggunakan pedang?"
Kuro menghiraukan pertanyaan Luis dan hanya menatap diam kedemon yang baru dibunuh Luis.
Demon itu berbentuk seperti kadal raksasa dengan kulit hitam legam dan berjalan dengan dua kaki. Darahnya juga berwarna hitam bukannya merah.
"Oyy.. aku bicara denganmu bocah."
Seakan baru sadar Kuro baru menjawab pertanyaan Luis.
"Ahh.. ya aku bisa.... Mungkin."
Mendengar jawaban Kuro. Luis berdengus kesal.
"Lebih baik kau kembali saja. Orang sepertimu hanya akan menjadi penggangu."
Sekarang Kuro lah yang terlihat kesal. Dipaling benci dengan kata penggangu.
Kuro menatap Luis tajam dan aura membunuhnya meningkat pesat.
Luis menyadari tatapan Kuro. Tapi dia tidak menyadari aura membunuh Kuro.
"Apa yang kau li-"
Srriinnggg...
Belum sempat Luis selesai bicara. Pedang Kuro sudah menempel dilehernya.
Luis sangat terkejut. Kecepatan Luro hampir sama dengan kecepatan Rosemary. Salah satu dari jendral sihir.
"Penggangu ya? Ayo kita liat. Siapa yang menjadi penggangu disini."
Kuro mengayunkan pedangnya cepat kebelakang. Dan langsung membelah demon yang ingin menyerangnya.
Luis yang melihat itu hanya bisa diam. Keringat dingin mengalir dikeningnya.
Kuro juga merasa kekuatannya bertambah. Tidak hanya kekuatan fisik tapi auranya juga.
Aura Kuro kini berwarna merah,unggu,dan hitam.
'K-kekuatan apa ini?'
Para demon menyadari kekuatan Kuro dan menyerangnya secara berkelompok.
'Selamat Kuro-kun. Kau berhasil membuka segel pertama.'
Suara yang dikenal Kuro beberapa saat yang lalu. Bergema dikepalanya. Suara seorang perenpuan.
'Aeria. Kau kah itu?'
Ya. Suara itu adalah suara Aeria. Perempuan yang diselamatkannya ditempat yang tidak diketahui.
'Ya ini aku Kuro-kun'
Kuro tidak menjawab Aeria. Dia mengayunkan pedangnya vertikal kearah lima demon yang berlari kearahnya. Tebasan itu menghasilkan tebasan aura berwarna merah dan langsung membelah kelima demon itu menjadi dua bagian.
Prajurit yang melihat itu hanya diam melongo. Begitu juga dengan Luis.
'Apa maksudmu dengan segel?'
'Ahh.. aku lupa memberitahumu. Ditubuhmu saat ini tertanam lima segel kuno yang sangat rumit. Dan kau sudah berhasil membuka segel pertama.'
Kuro bingung. Ditubuhnya ada segel? Siapa yang menanam segel itu? Dan untuk apa?
Baru Kuto ingin bertanya. Aeria sudah berbicara duluan.
'Karena kau sudah membuka segel pertama. Kekuatanmu bertambah.'
Kuro sudah mengetahu itu saat membelah lima demon dengan mudah.
'Tapi bukan hanya itu saja. Kau sekarang bisa menggunakan sihir juga.'
Kuro terkejut. Sihir? Hal yang dianggap tabu oleh Kuro.
'Beritahu aku caranya.'
Kuro sangat bersemangat.
Dan Aeria hanya bisa mengehela nafas melihat tingkah Kuro.
'Kau hanya perlu memikitkan sihir apa yang akan kau gunakan. Sekarang kau bisa menggunakan tiga elemen sihir yaitu api,petir,dan kegelapan. Sebagai catatan lebih baik kau memberi nama untuk setiap sihir agar lebih mudah digunakan. Sisanya akan kujelaskan nanti. Bukankah sekarang ada yang harus kau urus terlebih dahulu.'
Kuro hanya tersenyum senang. Dia tidak menyangka kalau dia bisa menggunakan sihir. Sesuatu yang pernah dianggapnya tabu.
'Kau benar Aeria. Sampai jumpa.'
'Ya sampai jumpa Kuro-kun'
Suara Aeriapun hilang.
Sekarang ada tiga demon yang berlari kearahnya salah satunya mengeluarkan api kearah Kuro.
Tapi dengan mudahnya Kuro menghindar dia melompat kesamping.
"Yosh. Sihir apa yang harus kugunakan duluan. Ohh.. aku tau. Bakar dan hanguslah《fire ball》."
Telapak tangan Kuro diselimuti aura merah. Lama kelamaan aura itu berubah menjadi bola api seukuran besar bola basket.
Kuro melempar bola itu kearah ketiga demon. Dan sihirnya berhasil mengenai demon yang ditengah.
Serangan Kuro tidak sampai disitu saja. Saat mengenai musuh bola api Kuro meledak. Menciptakan kobaran api yang besar.
Kuro berhasil membunuh ketiga demon itu dengan mudah. Para prajurit yang melihat itu terkejut begitu juga dengan Luis. Dia tidak menyangka orang yang disebutnya penggangu bisa sekuat ini.
"Heh.. siapa selanj-"
Belum sempat Kuro selesai bicara. Perutnya sudah ditendang dengan kuat. Melemparnya sejauh beberapa meter.
"Ughh.. sialan. Aku belum siap tadi."
Kuro mendongkakkan kepalanya untuk melihat siapa musuhnya saat ini. Bertapa terkejutnya sekarang didepannya adalah demon yang sangat berbeda dari yang lain.
Demon itu memiliki empat tangan yang kekar dan berotot. Matannya merah darah dengan tatapan yang mengintimidasi.
Grrooorrr...
Demon itu meraung kencang dan berlari kearah Kuro.
Kuro tersenyum meremehkan demon itu. Diangkatnya tangan kirinya tinggi.
"Sambar dan jadilah ketiadaan《Lightning cloud》"
Awam hitam berkumpul dimedan tempur.
Blaarrrttt...
Petir menyambar acak. Dan dengan jentikan jari Kuro semua petir langsung menyambar ke arah demon itu.
BLLAAARRTTT...
Petir yang mengerikan menerjang demon itu. Kuro kira dia sudah menang tapi.
Dibalik kepulan asap terlihat dua mata merah menyala.
Grrooaarrr....
Demon itu berteriak keras. Menghilangkan kepulan asap dan menampakan tubuhnya yang kekar.
"Kau kuat juga."
Demon itu berlari kearah Kuro dengan kecepatan tinggi. Demon iti mengambil dua pedang prajurit yang telah gugur.
Diayunkannya pedang disalah satu tangannya horizontal kearah Kuro.
Kuro bisa menahannya. Tapi Kuro lupa satu hal. Pedang dilain tangan demon itu. Diayunkannya vertikal dan menyayat tubuh Kuro.
Sayatan cukup dalam tapi tidak sampai membuat Kuro hilang kesadaran.
"Baiklah kau yang meminta ini demon sialan. 《Lightning bless my sword》."
Pedang Kuro diselimuti petir biru terang. Kuro berlari kearah demon itu. Dan terjadilah adu pedang antara sang demon dan Kuro.
Prajurit yang melihat itu menghentikan pertarungannya sesaat sebelum melanjutkannya lagi.
Adu pedang antar keduanya berlangsung seru. Disetiap detiknya kecepatan demon itu bertambah. Sekarang kecepatannya sama atau bahkan lebih dari Rosemary.
Kuro kelihatan kewalahan melawan empat tangan sang demon. Bisa dilihat bahwa Kuro kalah kekuatan dan kecepatan dengan demon itu.
Baju Kuro sudah compang camping dan banyak luka sayatan ditubuhnya.
Sang demon mengayunkan kedua pedangnya kearah Kuro. Tapi masih bisa ditahan oleh Kuro. Tapi demon itu sudah menendang tulang rusuk Kuro. Membuatnya patah dan telempar beberapa meter.
Kuro sudah sangat kelelahan. Nafasnya sudah tak teratur.
Sang demon mendekati Kuro perlahan. Seakan mengatakan bahwa Kuro sudah tidak bisa melawannya.
Tapi Kuri tidak menyerah. Digunakannya sisa kekuatannya.
"《Fire ball》"
Sekali lagi Kuro melempar Fire ball ke arah sang demon. Tapi dengan mudah dibelah menjadi dua oleh demon itu. Tentu Kuro sangat terkejut.
'Kuro kau tidak bisa mengalahkannya. Kekuatannya lebih dari Rosemary.'
Suara Aeria kembali terdengar.
Kuro terkejut kekuatan demon didepannya ini lebih kuat dari Rosemary. Bagaimana bisa dia menang?.
'Aku sudah tau itu Aeria. Kau tidak perlu mengatakanya.'
Suara Kuro terdengar nada marah dan kecewa. Sesuatu yang jarang ditunjukan Kuro.
'Tidak. Kau masih bisa menang. Tapi persentasi keberhasilannya dibawah 40%'
Kuro terkejut. Dia tidak menyangka akan bisa menang melawan demon didepannya ini.
'Cepat beritahu aku caranya.'
Sekarang Kuro terlihat bersemangat. Dan Aeria hanya bisa menghela nafas panjang dengan sikap Kuro sekarang.
'Aku akan mengirim gambarannya. Tapi ingat ini ada efek sampingnya.'
Kuro hanya mengangguk. Seketika didalam otaknya banyak gambaran masuk seperti komputer yang dimasukan file file baru.
Demon itu sekarang tepat didepan Kuro. Dia mengangkat tinggi pedangnya dan mengayunkan kuat kearah Kuro.
Tapi Kuro bisa menahannya dengan pedangnya.
Bsuuusshhh
Gelombang angin tercipta saat kedua pedang bertemu.
"《Lightning schock》"
Dengan tangan yang lain Kuro menembakan sihir petir ke sang demon. Membuatnya tidak bisa bergerak.
Kuro melompat jauh kebelakang. Mengambil jarak dengan sang demon.
Dibuangnya pedangnya. Dan diangkatnya kedua tangan tinggi.
"Kau sang malapetaka. Yang lahir dari ketiadaan."
Angin berhembus kencang disekitar Kuro. Awan hitam menyelimuti arena pertempuran.
"Tunduklah pada penguasamu. Tunduklah padaku. Tuanmu.."
Kuro menarik nafas panjang. Lalu berteriak kencang.
"Semuanya. Pergi dari pertempuran. Aku tidak ingin membunuh kalian."
Mendengar teriakan Kuro semua prajurit lari meninggalkan para demon yang diam termenung.
Sekali lagi Kuro menarik nafas. Sang demon yang menjadi lawan Kuro tadi sudah sadar dan berlaru kearah Kuro. Tapi itu sudah terlambat dengan satu kalimat dari Kuro.
"AKU MEMANGGILMU SANG MALAPETAKA 《DEMENSION CREATE: HELL》"
Langit berubah warna jadi merah darah dan terbelah. Mengeluarkan kobaran api hitam yang panasnya ribuan kali dari api biasa.
Api itu menyapu para demon yang ada dipertempuran.
Seakan itu belum cukup. Tangan hitam kelam keluar dari tanah menarik da mengoyak tubuh para demon.
Setelah lima menit. Keadaan kembali normal matahari kembali bersinar dan angin bertiup lemah membawa sisa sisa para demon. Bisa dilihat kalau tempat pertempuran itu sudah kacau balau.
Hutan terbakar dimana mana. Dan banyak kawah yang tercepita.
Melihat semua musuh sudah mati. Para prajurit bersorak sorai menyambut kemenangannya. Tapi tidak dengan Luis. Dia menatap Kuro dalam diam.
"Sudah berakhirkah."
Setelah selesai bebicara Kuro kehilangan kesadarannya. Dia pingsan lagi. Tapi sebelum tubuhnya menghantam tanah. Luis dengan sigap menahan tubuh Kuro.
"Terima kasih Kuro."
Ditempat lain.Rosemary datang dengan zirah dan pedang baru.
Dia sangat terkejut dengan apa yang dia lihat. Medan pertempuran yang hancur.
Dia melihat sekeliling dan mendapati Luis yang menahan tubuh Kuro yang pingsan.
"Luis apa yang terjadi? Dimana para demon?."
Luis menatap Kuro lalu menjawab.
"Semuanya sudah mati. Anak ini sangat kuat."
Rosemary juga ikut melihat Kuro. Banyak pertanyaan dikepalanya. Namun disimpannya itu semua setidaknya sampai Kuro sadar.
Kuro mengayunkan pedangnya cepat kebelakang. Dan langsung membelah demon yang ingin menyerangnya.
Luis yang melihat itu hanya bisa diam. Keringat dingin mengalir dikeningnya.
Kuro juga merasa kekuatannya bertambah. Tidak hanya kekuatan fisik tapi auranya juga.
Aura Kuro kini berwarna merah,unggu,dan hitam.
'K-kekuatan apa ini?'
Para demon menyadari kekuatan Kuro dan menyerangnya secara berkelompok.
'Selamat Kuro-kun. Kau berhasil membuka segel pertama.'
Suara yang dikenal Kuro beberapa saat yang lalu. Bergema dikepalanya. Suara seorang perenpuan.
'Aeria. Kau kah itu?'
Ya. Suara itu adalah suara Aeria. Perempuan yang diselamatkannya ditempat yang tidak diketahui.
'Ya ini aku Kuro-kun'
Kuro tidak menjawab Aeria. Dia mengayunkan pedangnya vertikal kearah lima demon yang berlari kearahnya. Tebasan itu menghasilkan tebasan aura berwarna merah dan langsung membelah kelima demon itu menjadi dua bagian.
Prajurit yang melihat itu hanya diam melongo. Begitu juga dengan Luis.
'Apa maksudmu dengan segel?'
'Ahh.. aku lupa memberitahumu. Ditubuhmu saat ini tertanam lima segel kuno yang sangat rumit. Dan kau sudah berhasil membuka segel pertama.'
Kuro bingung. Ditubuhnya ada segel? Siapa yang menanam segel itu? Dan untuk apa?
Baru Kuto ingin bertanya. Aeria sudah berbicara duluan.
'Karena kau sudah membuka segel pertama. Kekuatanmu bertambah.'
Kuro sudah mengetahu itu saat membelah lima demon dengan mudah.
'Tapi bukan hanya itu saja. Kau sekarang bisa menggunakan sihir juga.'
Kuro terkejut. Sihir? Hal yang dianggap tabu oleh Kuro.
'Beritahu aku caranya.'
Kuro sangat bersemangat.
Dan Aeria hanya bisa mengehela nafas melihat tingkah Kuro.
'Kau hanya perlu memikitkan sihir apa yang akan kau gunakan. Sekarang kau bisa menggunakan tiga elemen sihir yaitu api,petir,dan kegelapan. Sebagai catatan lebih baik kau memberi nama untuk setiap sihir agar lebih mudah digunakan. Sisanya akan kujelaskan nanti. Bukankah sekarang ada yang harus kau urus terlebih dahulu.'
Kuro hanya tersenyum senang. Dia tidak menyangka kalau dia bisa menggunakan sihir. Sesuatu yang pernah dianggapnya tabu.
'Kau benar Aeria. Sampai jumpa.'
'Ya sampai jumpa Kuro-kun'
Suara Aeriapun hilang.
Sekarang ada tiga demon yang berlari kearahnya salah satunya mengeluarkan api kearah Kuro.
Tapi dengan mudahnya Kuro menghindar dia melompat kesamping.
"Yosh. Sihir apa yang harus kugunakan duluan. Ohh.. aku tau. Bakar dan hanguslah《fire ball》."
Telapak tangan Kuro diselimuti aura merah. Lama kelamaan aura itu berubah menjadi bola api seukuran besar bola basket.
Kuro melempar bola itu kearah ketiga demon. Dan sihirnya berhasil mengenai demon yang ditengah.
Serangan Kuro tidak sampai disitu saja. Saat mengenai musuh bola api Kuro meledak. Menciptakan kobaran api yang besar.
Kuro berhasil membunuh ketiga demon itu dengan mudah. Para prajurit yang melihat itu terkejut begitu juga dengan Luis. Dia tidak menyangka orang yang disebutnya penggangu bisa sekuat ini.
"Heh.. siapa selanj-"
Belum sempat Kuro selesai bicara. Perutnya sudah ditendang dengan kuat. Melemparnya sejauh beberapa meter.
"Ughh.. sialan. Aku belum siap tadi."
Kuro mendongkakkan kepalanya untuk melihat siapa musuhnya saat ini. Bertapa terkejutnya sekarang didepannya adalah demon yang sangat berbeda dari yang lain.
Demon itu memiliki empat tangan yang kekar dan berotot. Matannya merah darah dengan tatapan yang mengintimidasi.
Grrooorrr...
Demon itu meraung kencang dan berlari kearah Kuro.
Kuro tersenyum meremehkan demon itu. Diangkatnya tangan kirinya tinggi.
"Sambar dan jadilah ketiadaan《Lightning cloud》"
Awam hitam berkumpul dimedan tempur.
Blaarrrttt...
Petir menyambar acak. Dan dengan jentikan jari Kuro semua petir langsung menyambar ke arah demon itu.
BLLAAARRTTT...
Petir yang mengerikan menerjang demon itu. Kuro kira dia sudah menang tapi.
Dibalik kepulan asap terlihat dua mata merah menyala.
Grrooaarrr....
Demon itu berteriak keras. Menghilangkan kepulan asap dan menampakan tubuhnya yang kekar.
"Kau kuat juga."
Demon itu berlari kearah Kuro dengan kecepatan tinggi. Demon iti mengambil dua pedang prajurit yang telah gugur.
Diayunkannya pedang disalah satu tangannya horizontal kearah Kuro.
Kuro bisa menahannya. Tapi Kuro lupa satu hal. Pedang dilain tangan demon itu. Diayunkannya vertikal dan menyayat tubuh Kuro.
Sayatan cukup dalam tapi tidak sampai membuat Kuro hilang kesadaran.
"Baiklah kau yang meminta ini demon sialan. 《Lightning bless my sword》."
Pedang Kuro diselimuti petir biru terang. Kuro berlari kearah demon itu. Dan terjadilah adu pedang antara sang demon dan Kuro.
Prajurit yang melihat itu menghentikan pertarungannya sesaat sebelum melanjutkannya lagi.
Adu pedang antar keduanya berlangsung seru. Disetiap detiknya kecepatan demon itu bertambah. Sekarang kecepatannya sama atau bahkan lebih dari Rosemary.
Kuro kelihatan kewalahan melawan empat tangan sang demon. Bisa dilihat bahwa Kuro kalah kekuatan dan kecepatan dengan demon itu.
Baju Kuro sudah compang camping dan banyak luka sayatan ditubuhnya.
Sang demon mengayunkan kedua pedangnya kearah Kuro. Tapi masih bisa ditahan oleh Kuro. Tapi demon itu sudah menendang tulang rusuk Kuro. Membuatnya patah dan telempar beberapa meter.
Kuro sudah sangat kelelahan. Nafasnya sudah tak teratur.
Sang demon mendekati Kuro perlahan. Seakan mengatakan bahwa Kuro sudah tidak bisa melawannya.
Tapi Kuri tidak menyerah. Digunakannya sisa kekuatannya.
"《Fire ball》"
Sekali lagi Kuro melempar Fire ball ke arah sang demon. Tapi dengan mudah dibelah menjadi dua oleh demon itu. Tentu Kuro sangat terkejut.
'Kuro kau tidak bisa mengalahkannya. Kekuatannya lebih dari Rosemary.'
Suara Aeria kembali terdengar.
Kuro terkejut kekuatan demon didepannya ini lebih kuat dari Rosemary. Bagaimana bisa dia menang?.
'Aku sudah tau itu Aeria. Kau tidak perlu mengatakanya.'
Suara Kuro terdengar nada marah dan kecewa. Sesuatu yang jarang ditunjukan Kuro.
'Tidak. Kau masih bisa menang. Tapi persentasi keberhasilannya dibawah 40%'
Kuro terkejut. Dia tidak menyangka akan bisa menang melawan demon didepannya ini.
'Cepat beritahu aku caranya.'
Sekarang Kuro terlihat bersemangat. Dan Aeria hanya bisa menghela nafas panjang dengan sikap Kuro sekarang.
'Aku akan mengirim gambarannya. Tapi ingat ini ada efek sampingnya.'
Kuro hanya mengangguk. Seketika didalam otaknya banyak gambaran masuk seperti komputer yang dimasukan file file baru.
Demon itu sekarang tepat didepan Kuro. Dia mengangkat tinggi pedangnya dan mengayunkan kuat kearah Kuro.
Tapi Kuro bisa menahannya dengan pedangnya.
Bsuuusshhh
Gelombang angin tercipta saat kedua pedang bertemu.
"《Lightning schock》"
Dengan tangan yang lain Kuro menembakan sihir petir ke sang demon. Membuatnya tidak bisa bergerak.
Kuro melompat jauh kebelakang. Mengambil jarak dengan sang demon.
Dibuangnya pedangnya. Dan diangkatnya kedua tangan tinggi.
"Kau sang malapetaka. Yang lahir dari ketiadaan."
Angin berhembus kencang disekitar Kuro. Awan hitam menyelimuti arena pertempuran.
"Tunduklah pada penguasamu. Tunduklah padaku. Tuanmu.."
Kuro menarik nafas panjang. Lalu berteriak kencang.
"Semuanya. Pergi dari pertempuran. Aku tidak ingin membunuh kalian."
Mendengar teriakan Kuro semua prajurit lari meninggalkan para demon yang diam termenung.
Sekali lagi Kuro menarik nafas. Sang demon yang menjadi lawan Kuro tadi sudah sadar dan berlaru kearah Kuro. Tapi itu sudah terlambat dengan satu kalimat dari Kuro.
"AKU MEMANGGILMU SANG MALAPETAKA 《DEMENSION CREATE: HELL》"
Langit berubah warna jadi merah darah dan terbelah. Mengeluarkan kobaran api hitam yang panasnya ribuan kali dari api biasa.
Api itu menyapu para demon yang ada dipertempuran.
Seakan itu belum cukup. Tangan hitam kelam keluar dari tanah menarik da mengoyak tubuh para demon.
Setelah lima menit. Keadaan kembali normal matahari kembali bersinar dan angin bertiup lemah membawa sisa sisa para demon. Bisa dilihat kalau tempat pertempuran itu sudah kacau balau.
Hutan terbakar dimana mana. Dan banyak kawah yang tercepita.
Melihat semua musuh sudah mati. Para prajurit bersorak sorai menyambut kemenangannya. Tapi tidak dengan Luis. Dia menatap Kuro dalam diam.
"Sudah berakhirkah."
Setelah selesai bebicara Kuro kehilangan kesadarannya. Dia pingsan lagi. Tapi sebelum tubuhnya menghantam tanah. Luis dengan sigap menahan tubuh Kuro.
"Terima kasih Kuro."
Ditempat lain.Rosemary datang dengan zirah dan pedang baru.
Dia sangat terkejut dengan apa yang dia lihat. Medan pertempuran yang hancur.
Dia melihat sekeliling dan mendapati Luis yang menahan tubuh Kuro yang pingsan.
"Luis apa yang terjadi? Dimana para demon?."
Luis menatap Kuro lalu menjawab.
"Semuanya sudah mati. Anak ini sangat kuat."
Rosemary juga ikut melihat Kuro. Banyak pertanyaan dikepalanya. Namun disimpannya itu semua setidaknya sampai Kuro sadar.
yos kali ini mimin akan membaei beberapa kosa kota bahasa
gaul dalam bahasa jepang yuk silahkan dilihat dan dipelajari ya
dan ini mimin ambil dari group mimin yang kebetulan disana ada orang yang mahir belajar bahasa jepang
.ok langsung saja
1. Genki ka: apa kabar
2. Heiki da: baik (untuk ngejawab kabar)
3. Sonna koto janai yo: gak gitu kok
4. Kimoi: bete / perasaan sebal
5. Mendoukusai: malasnya
6. Tsumanne: membosankan
7. Kimi ni aitai da: aku pengen ketemu kamu
8. Nani atta no: ada apa sih / apa yg terjadi
9. Oshiete kure: kasih tau donk / ajarin donk (kasar bgt)
10. Dou iu koto: maksudnya apa
11. Yabai: gawat
12. Mikkee: ketemu /menemukan
13. Chigee: bukan / salah
14. Maji: beneran
15. Pakuru: mencuri
16. Zero imi: gak jelas
17. Hitomebore: cinta pandangan pertama
18. Ikemen: lakilaki keren
19. Pittari: pas banget
20. Bijin: cewek cantik
21. Busu: cewek jelek
22. Gekikawa: lucu banget
23. Choumuka: nyebelin
24. Abui: bahaya
25. Iketeru: keren banget
26.baka mitai : seperti orang bodoh / dasar oon
27 .ganbatte ne! : semangat
30..yatta!! : asyik!!! /berhasil!!
31.baka yaro : dasar goblok
32.oshiete kure! : kasih tau dong!
dah itu aja dari mimin sekian terima kasih dan jika ada yang mau nambah silahkan di tambah ya
gaul dalam bahasa jepang yuk silahkan dilihat dan dipelajari ya
dan ini mimin ambil dari group mimin yang kebetulan disana ada orang yang mahir belajar bahasa jepang
.ok langsung saja1. Genki ka: apa kabar
2. Heiki da: baik (untuk ngejawab kabar)
3. Sonna koto janai yo: gak gitu kok
4. Kimoi: bete / perasaan sebal
5. Mendoukusai: malasnya
6. Tsumanne: membosankan
7. Kimi ni aitai da: aku pengen ketemu kamu
8. Nani atta no: ada apa sih / apa yg terjadi
9. Oshiete kure: kasih tau donk / ajarin donk (kasar bgt)
10. Dou iu koto: maksudnya apa
11. Yabai: gawat
12. Mikkee: ketemu /menemukan
13. Chigee: bukan / salah
14. Maji: beneran
15. Pakuru: mencuri
16. Zero imi: gak jelas
17. Hitomebore: cinta pandangan pertama
18. Ikemen: lakilaki keren
19. Pittari: pas banget
20. Bijin: cewek cantik
21. Busu: cewek jelek
22. Gekikawa: lucu banget
23. Choumuka: nyebelin
24. Abui: bahaya
25. Iketeru: keren banget
26.baka mitai : seperti orang bodoh / dasar oon
27 .ganbatte ne! : semangat
30..yatta!! : asyik!!! /berhasil!!
31.baka yaro : dasar goblok
32.oshiete kure! : kasih tau dong!
dah itu aja dari mimin sekian terima kasih dan jika ada yang mau nambah silahkan di tambah ya

Saat
mendengat hal itu aku berlari cepat dan segera menuju kerumah untuk
mempertanyakan mengapa yoshino bisa diculik. Sesampainya dirumah aku
sudah melihat ada sepatu Ron berada di rumah. Lalu aku keruang tamu dan
benar perkiraanku mereka ada ditempat tersebut.
Adel : kakak
Furqon : apa yang terjadi ? Bagaimana bisa yoshino diculik ?
Ron : tenang sedikit furqon. Adel pun juga merasa shock disini. Adel kamu bisa pergi ke kamar. Aku dan ibumu akan jelaskan semua ke furqon.
Adel : baik paman. (Lalu adel naik ke atas menuju ke kamarnya.)
Furqon : baiklah Ron apa yang sedang terjadi, kenapa yoshino dapat diculik ?
Ron : kau ingat waktu ada penjual barang haram itu ? Ini masih ada kaitannya dengan itu. Mereka mencoba untuk menjual ancient ke beberapa perusahaan besar. Dan ancient itu dijadikan peliharaan.
Liina : tapi Hunter Company (HC) tidak memiliki bukti untuk menyelesaikan kasus ini jadi para penjual haram itu masih di tahan di dalam penjara.
Ron : Dan kudengar ada banyak ancient yang dijadikan peliharaan. Yoshino adalah salah satu nya.
Furqon : yoshino juga ? (Tidak heran saat itu dia makan tidak seperti orang pada umumnya.)tapi tidak mungkin...
Ron : apa kau tidak sadar furqon ? Kau bertemu dengan nya tanpa sengaja. Dan dia dalam kedaan yang sangat parah. Kau pasti sudah tahu kesimpulannya. Yoshino adalah peliharaan dan dia telah berhasil kabur dari perusahaan besar yang telah menyiksanya.
Furqon : itu tidak mungkin.(3x) Yoshino tetaplah yoshino. Dia bukan peliharaan. Aku yakin itu.
Ron : tapi tenang saja furqon. Kami HC akan menyelamatkan yoshino.
Furqon : tapi bagaimana caranya ?
Ron : kami sudah menduga hal ini akan terjadi, jadi sebelum kalian pulang dari incident kemarin aku melekatkan sebuah alat pencari di leher yoshino. Alat tersebut tidak terlihat dan akan terdeteksi jika kuaktifkan dengan alat detenator ini. Jadi kau tidak perlu khawatir. Dan menurut alat pelacak ini, yoshino berada di Stars Company.
Liina : Stars Company itu berada di giga city bagian pusat.
Ron : baiklah kalau begitu kami akan segera bergegas menyelamatkan yoshino.
Furqon : aku akan ikut.
Ron : furqon aku tahu bagaimana persaanmu tapi aku tidak bisa membiarkanmu ikut bersama kami.
Furqon : tapi...
Liina : ini terlalu berbahaya. Para Hunter seperti Ron tahu apa yang harus dilakukan. Kita hanya bisa menunggu. Lagipula jika kau ikut, kamu juga tidak bisa melakukan apa2 bukan ?
Furqon : sial (aku meninggalkan ruang tamu dan langsung ke kamar.)
Saat masuk dikamar aku hanya merenung tentang masa2 ku yang singkat bersama yoshino. Aku merasa ingin menangis. 4 jam sudah berlalu pukul 18.30 tiba2 saja ada yang mengetuk pintu lalu aku bicara "masuklah pintu nya nggak di kunci kok." Ternyata itu adalah ibuku yang membawakan kue dan juga susu hangat. "Minumlah selagi masih hangat." Ucap ibuku. Aku menghabiskan susuku dan hatiku sedikit hangat. "Terima kasih ibu" ucapku. Tapi aku tidak tahu apa yang harus kami bicarakan.
Liina : sepertinya kau sangat peduli dengan yoshino, furqon.
Furqon : ........
Liina : ketika kau masih kecil kau juga selalu menjaga adel. Meski kau tidak kuat tapi kau mencoba melakukan yang terbaik untuk melindunginya. Itu yang membuat mu terlihat seperti seorang pahlawan di matanya.
Furqon : pahlawan ?
Liina : seorang pahlawan bukan berarti harus menyelamatkan dunia. Tapi seorang pahlawan adalah seorang yang mampu melindungi orang yang dia sayang.
Furqon : kalau begitu biar aku pergi untuk menyelamatkan yoshino.
Liina : jika hal seperti ini kau hanya membuat dirimu sendiri terbunuh. Aku tidak bisa membiarkan anakku terbunuh.
Furqon : kenapa kau begitu mengkhawatirkanku ? Aku merasa tidak enak. Lagipula aku ini bukan anak kandungmu tapi... (liina menamparku dan kemudian dia memelukku dengan erat.)
Liina : meski begitu kau sudah kuanggap sebagai anak sendiri. Tolong Jangan mengatakan hal seperti itu. (Liina mengatakan hal tersebut padaku sampai mengeluarkan air mata.)
Furqon : baiklah ibu. Aku janji tidak akan mengulangi kesalahanku lagi.
Liina : saat waktu sebelum penculikan itu terjadi adel dan yoshino pergi ke swalayan membeli bahan makanan. Dan kemudian..
Adel : ibu. (Tiba2 muncul dari depan pintu kamarku)
Liina : adel. (Liina tiba2 terkejut)
Adel : biar aku yang menjelaskannya pada kakak. Ibu bisa istirahat.
Liina : baiklah (lalu liina berdiri dan menginggalkan kamarku.)
furqon : sebenarnya apa yang sedang terjadi ? (Dalam hatiku bertanya kenapa adel tidak membiarkan ibu untuk menjelas semua padaku)
Adel : kakak
Furqon : apa yang terjadi ? Bagaimana bisa yoshino diculik ?
Ron : tenang sedikit furqon. Adel pun juga merasa shock disini. Adel kamu bisa pergi ke kamar. Aku dan ibumu akan jelaskan semua ke furqon.
Adel : baik paman. (Lalu adel naik ke atas menuju ke kamarnya.)
Furqon : baiklah Ron apa yang sedang terjadi, kenapa yoshino dapat diculik ?
Ron : kau ingat waktu ada penjual barang haram itu ? Ini masih ada kaitannya dengan itu. Mereka mencoba untuk menjual ancient ke beberapa perusahaan besar. Dan ancient itu dijadikan peliharaan.
Liina : tapi Hunter Company (HC) tidak memiliki bukti untuk menyelesaikan kasus ini jadi para penjual haram itu masih di tahan di dalam penjara.
Ron : Dan kudengar ada banyak ancient yang dijadikan peliharaan. Yoshino adalah salah satu nya.
Furqon : yoshino juga ? (Tidak heran saat itu dia makan tidak seperti orang pada umumnya.)tapi tidak mungkin...
Ron : apa kau tidak sadar furqon ? Kau bertemu dengan nya tanpa sengaja. Dan dia dalam kedaan yang sangat parah. Kau pasti sudah tahu kesimpulannya. Yoshino adalah peliharaan dan dia telah berhasil kabur dari perusahaan besar yang telah menyiksanya.
Furqon : itu tidak mungkin.(3x) Yoshino tetaplah yoshino. Dia bukan peliharaan. Aku yakin itu.
Ron : tapi tenang saja furqon. Kami HC akan menyelamatkan yoshino.
Furqon : tapi bagaimana caranya ?
Ron : kami sudah menduga hal ini akan terjadi, jadi sebelum kalian pulang dari incident kemarin aku melekatkan sebuah alat pencari di leher yoshino. Alat tersebut tidak terlihat dan akan terdeteksi jika kuaktifkan dengan alat detenator ini. Jadi kau tidak perlu khawatir. Dan menurut alat pelacak ini, yoshino berada di Stars Company.
Liina : Stars Company itu berada di giga city bagian pusat.
Ron : baiklah kalau begitu kami akan segera bergegas menyelamatkan yoshino.
Furqon : aku akan ikut.
Ron : furqon aku tahu bagaimana persaanmu tapi aku tidak bisa membiarkanmu ikut bersama kami.
Furqon : tapi...
Liina : ini terlalu berbahaya. Para Hunter seperti Ron tahu apa yang harus dilakukan. Kita hanya bisa menunggu. Lagipula jika kau ikut, kamu juga tidak bisa melakukan apa2 bukan ?
Furqon : sial (aku meninggalkan ruang tamu dan langsung ke kamar.)
Saat masuk dikamar aku hanya merenung tentang masa2 ku yang singkat bersama yoshino. Aku merasa ingin menangis. 4 jam sudah berlalu pukul 18.30 tiba2 saja ada yang mengetuk pintu lalu aku bicara "masuklah pintu nya nggak di kunci kok." Ternyata itu adalah ibuku yang membawakan kue dan juga susu hangat. "Minumlah selagi masih hangat." Ucap ibuku. Aku menghabiskan susuku dan hatiku sedikit hangat. "Terima kasih ibu" ucapku. Tapi aku tidak tahu apa yang harus kami bicarakan.
Liina : sepertinya kau sangat peduli dengan yoshino, furqon.
Furqon : ........
Liina : ketika kau masih kecil kau juga selalu menjaga adel. Meski kau tidak kuat tapi kau mencoba melakukan yang terbaik untuk melindunginya. Itu yang membuat mu terlihat seperti seorang pahlawan di matanya.
Furqon : pahlawan ?
Liina : seorang pahlawan bukan berarti harus menyelamatkan dunia. Tapi seorang pahlawan adalah seorang yang mampu melindungi orang yang dia sayang.
Furqon : kalau begitu biar aku pergi untuk menyelamatkan yoshino.
Liina : jika hal seperti ini kau hanya membuat dirimu sendiri terbunuh. Aku tidak bisa membiarkan anakku terbunuh.
Furqon : kenapa kau begitu mengkhawatirkanku ? Aku merasa tidak enak. Lagipula aku ini bukan anak kandungmu tapi... (liina menamparku dan kemudian dia memelukku dengan erat.)
Liina : meski begitu kau sudah kuanggap sebagai anak sendiri. Tolong Jangan mengatakan hal seperti itu. (Liina mengatakan hal tersebut padaku sampai mengeluarkan air mata.)
Furqon : baiklah ibu. Aku janji tidak akan mengulangi kesalahanku lagi.
Liina : saat waktu sebelum penculikan itu terjadi adel dan yoshino pergi ke swalayan membeli bahan makanan. Dan kemudian..
Adel : ibu. (Tiba2 muncul dari depan pintu kamarku)
Liina : adel. (Liina tiba2 terkejut)
Adel : biar aku yang menjelaskannya pada kakak. Ibu bisa istirahat.
Liina : baiklah (lalu liina berdiri dan menginggalkan kamarku.)
furqon : sebenarnya apa yang sedang terjadi ? (Dalam hatiku bertanya kenapa adel tidak membiarkan ibu untuk menjelas semua padaku)
Zee AR seorang Spriter (pengguna kekuatan monster) yang memiliki cita-cita untuk membawa kebebasan kepada seluruh negri yang di penuhi dengan peperangan awalnya memiliki hidup yang membosankan namun semua berubah saat dia bertemu dengan Trivia seorang Elf muda cantik yang mendapat misi mencari 7 Kesatria Spriter untuk mengalahkan naga. bagaimana kelanjutan kisah mereka yang tidak pernah akur serta kisah cinta segitiga yang muncul diantara mereka?
Namaku Arsy, seorang anak laki-laki berumur 17 tahun, Dibandingkan anak seusiaku jujur bisa dibilang aku lebih cerdas, memiliki wajah yang cukup dikagumi banyak wanita serta memiliki tingkat keberuntungan diatas rata-rata. Tapi kita tidak tidak akan membahas kisahku, ini cerita tentang temanku yah meskipun aku juga ada dalam cerita ini tapi sebenarnya yang menjadi tokoh utamanya temanku, tapi bukan berarti aku tidak menjadi tokoh utama dalam cerita ini ah bagaimana menjelaskannya langsung saja kita masuk ke narasi cerita. Hidup kami yang awalnya cukup membosankan karna kami banyak menghabiskan waktu untuk mencuri dari para bangsawan kikir demi bertahan hidup itu berubah saat kami bertemu dengan Trivia, seorang Elf muda yang sedang mendapat misi untuk mengumpulkan para kesatria spriter untuk mengalahkan Naga sesuai dengan ramalan petuah mereka.
Militer : TANGKAP PENCURI ITU!!
Zee : Ahhhh Sial aku ketahuan
Militer : (sambil mengejar) jangan harap kali
kau bisa lolos Jalang!!
Zee :
(terus berlari kedepan) wooow tunggu sebentar hari ini panggilan kalian
Cukup kasar yah, tidak bisa kah kalian
menambahkan Excallibur disetiap
Akhir panggilan kalian karna itu pasti
terdengar cukup keren (*3*)
Militer :
kembali kemari Jalang kubur!!
Zee :
AKU BILANG EXCALLIBUR!!!
Militer :
jangan paksakan keberuntunganmu nak (mengeluarkan pistol)
Zee :
hey tunggu bukankah itu curang?
Militer :
(mulai menembaki) DOOR! DOOR! DOOR!
Zee :
Whoooaaa (menghidar) (menghindar) (menghindar) fiuuhh hampir saja
Militer :
hey bocah kalau kau tidak bisa menghindar setidaknya jangan menghampiri
peluru Bodoh!!
Zee :
APA!! Aku tertembak~ (tiba-tiba lemas)
Militer :
Ini kesempatan kita tangkap dia!!
Militer :
Arhgg (tertembak panah) Arhgg (tertembak panah) Arhgg (tertembak panah)
Militer :
Ada seseorang diatas atap yang menembaki kita, mungkin saja itu antek-
Antek bocah ini
Zee :
Ah tidak orang mysterius berjubah itu bukan temanku (-_-)
Militer :
kalau begitu acuhkan saja dia, tetap kejar pencuri itu!!
Zee :
(berlari dengan pincang) Ahhhhgggg
Mysterius : apa semua manusia itu sebodoh ini.. (-_-“)
Militer :
kalian mau kemana ? dia lewat sini bodoh!!
Militer :
ahh maaf kalau begitu ayo kita kejar!! Tangkap dia!!
Mysterius : (-_-“)
Zee : aku beruntung sebelum
turunan ini ada jalan rahasia menuju tempat aman
(tiba-tiba terpeleset dan jatuh melewati
turunan) WAAAAA!! Tidak aku tarik
Ucapanku aku tidak beruntung!!...
WOOOAAAAA!!...
Militer : Lewat sini ayo kejar dia
Zee :
ahrrgg kakiku.. tapi tidak apa selama aku mendapatkan permatanya
(Memeriksa seluruh saku celana) ah tunggu
dimana permatanya??
Mysterius : mencari benda ini?
Zee :
hey darimana kau mendapatkannya? Cepat kembalikan itu punyaku
Mysterius : punyamu? Apa aku tidak salah dengar?
Zee :
cepat kembalikan atau akan kuteriaki pencuri
Mysterius : Jangan bodoh bukannya kau yang mencuri benda ini? Lagipula tidak
ada
Hukum yang melarang untuk mencuri dari
pencuri, jadi dahh sampai jumpa
Zee :
ah heyy tunggu jangan meremehkanku
Mysterius : (berlari diatas atap) apa kau pikir orang bodoh sepertimu dapat
menangkapku
Zee :
BODOH!! Ini sudah sangat keterlaluan jangan harap kau bisa kabur dariku
Setelah menyebutku bodoh dan juga mengambil
permata itu dan beberapa hal
Lainnya yang tidak kusuka darimu
Mysterius : mari kita buktikan (melompat ke atap lainnya dengan cepat)
Zee :
orang itu lincah juga tapi dia terlalu meremehkanku di kotaku (mengambil
jalan lain)
Mysterius : (melihat kebelakang) apa orang itu sudah menyerah? Aku terlalu
berharap
Lebih
Mysterius : Ahhhhh!!! (kakinya terjerat tali dan terseret sejauh beberapa
meter)
Ahh sakit.. tali apa ini
Zee
: (bertepuk
tangan) selamat sepertinya orang bodoh ini memenangkan
Taruhannya (mengambil permata yang tergeletak
ditanah) ngomong
Ngomong itu hanya salah satu dari beberapa
jebakan yang kami buat
Untuk mengatasi militer yang selalu ngotot
menangkap kami, seharusnya
Didekat sini ada dua jebakan seperti itu tapi
yang satu lagi sepertinya aku
Lupa dimana letaknya. yah sudahlah lupakan
saja yang satu itu karna kau
Sudah terjebak dan sekarang aku bisa per..
Ahhhhhhhhhh!!!.... (terjerat
jebakan yang sama dan terseret ketempat yang
sama dengan orang mysterius)
ahkk sial..
Mysterius : hehehe kau bilang apa tadi? (^^)
Zee :
aku bilang ini belum berakhir.. (-_-)
Mysterius : tenang saja saat aku berhasil lepas dari tali ini, ini semua
akan berakhir
Zee :
andai saja aku bisa meraih permata itu
(tiba-tiba saja permatanya diambil oleh
seekor monyet sambil menatap Zee)
Zee :
ah hei tunggu seekor monyet??!!...
Mysterius : tenanglah jika kau membuat gerakan mendadak yang bisa membuatnya
panik
Monyet itu bisa menyerang kita atau bahkan
lari membawa permatanya
Zee :
bagaimana aku bisa tenang jika permata itu ada ditangan seekor monyet dan
Disebelahku ada seorang berjubah mysterius yang juga menginginkan
Permataku (T_T)
Mysterius : (sambil terus berusaha memotong tali yang entah terbuat dari
apa) sudah
Kubilang kan saat aku berasil melepaskan tali
ini semua akan berakhir, Ahh!!
Sebenarnya terbuat dari apa tali ini kenapa sulit sekali membukanya??
Zee :
sebenarnya temanku yang mendesain tali ini entah dari apa yang jelas dia
Mendesain tali ini agar tak mudah dibuka jadi
kami punya waktu untuk
Melarikan diri dari militer
Mysterius : dan sekarang apa? Senjata makan tuan?
Zee :
ini juga semua salahmu!! Jika saja kau tidak mengambil permataku kita
Berdua pasti tidak akan terjebak disini
Mysterius : oh ya maaf ini semua salahku jika saja kau tak membuat jebakan
yang
Konyol ini dan membuatku terjebak disini
bersama orang bodoh sepertimu
Dan bisa kah kau sedikit menjaga omonganmu
pada seorang wanita
Zee :
kau bilang apa?
Mysterius : ah sudah lupakan, lagipula percuma juga berbicara dengan orang
bodoh
Zee :
hey bisa kah kau tidak mengatakan itu?
Mysterius : mengatakan apa?
Zee :
dasar aneh kau bahkan tidak ingat apa yang kau katakan barusan?
Mysterius : entahlah yang jelas kau itu orang paling BODOH, PAYAH, dan TIDAK
BERGUNA yang pernah ku temui..
Zee :
Ahkkk (tertusuk ribuan anak panah)
Mysterius : aku berani bertaruh bahwa kau adalah orang terbodoh yang pernah
kutemui
Di dunia ini, kalau memang ada orang yang
lebih bodoh darimu maka aku
akan..
Zee :
akan apa?
Arsy :
(berdiri tidak jauh dari Zee dan orang Mysterius) Ehem.. maaf mengganggu
Hubungan kalian tapi saat kalian sibuk
berkencan monyet itu sudah pergi
Dengan membawa permatanya
Zee & Mysterius :
SIAPA YG SEDANG BERKENCAN??!!!
Arsy :
Arara.. (menutup telinga) kalian berisik sekali (-_-)
Zee :
Wooyyy Arsyyy... bagaimana cara melepaskan tali ini??
Arsy :
Arara.. sudah berapa kali aku bilang padamu kalau tali ini sangat lemah
terhadap api kenapa kau tidak bisa mengingat
hal sesimple itu
Mysterius : itu karna dia bodoh
Zee :
Diam!! Kalau begitu bisa pinjamkan aku korek atau semacamnya
Arsy :
(melempar korek) bukankah harusnya kau juga punya satu
Zee :
ah terimakasih, sepertinya aku menjatuhkannya entah dimana
Arsy :
ngomong-ngomong apa yang dilakukan seorang E..
Mysterius : (memotong pembicaraan) ah terimakasih atas bantuannya (melompat
keatas
atap dan pergi)
Zee :
Woooaahahhh sial celanaku terbakar!!.. celanaku!!..
Arsy :
ah dia pergi
Zee :
hey kenapa kau membiarkan dia pergi, pasti dia akan mengambil permata itu
Tidak bisa dibiarkan (berlari mengejar orang mysterius)
Arsy :
semoga sukses dengan kencannya...
Zee :
(berlari menyususri gang gang kecil) sial kemana perginya kedua monyet itu
(maksudnya monyet yang mencuri permata dan
orang mysterius)
Ah itu dia.. (melihat monyet diujung gang
setelah perempatan) kali ini aku
Pasti akan mendapatkannya.. berhenti disana
monyet sialan
Mysterius : (bertabrakan dengan Zee di perempatan) <sound effect>
<BRUUGGHH>
aduduhhh.. itteee
Zee :
ahk.. sekarang apalagi? <saat sadar tubuh tubuh orang mysterius itu berada
diatas tubuh Zee dan tangan Zee tanpa sengaja
memegang *Sensor*>
(dengan spontan) ah 28..
Mysterius : (dengan cepat langsung memukul Zee dengan kerasnya hingga
terpental
beberapa meter) APA YG KAU PIKIRKAN DASAR
HENTAIYAROU!!..
Zee :
Arggghhhh... (terpental beberapa meter dengan hidung berlumuran darah)
Ma.. maaf a.. aku tidak sengaja..
Mysterius : bagaimana mungkin kau bisa bilang tidak sengaja dasar BODOH
MESUM!!.
Zee :
ah maaf aku tidak tahu kalau.. dan itu.. ah.. hey kau seorang wanita ya?
Mysterius : (- , -) bagaimana mungkin kau baru sadar??!! Dan lagi bukankah
aku tadi
Juga sudah bilang.. (membuka tudung jubah
yang menutup kepalanya dan
Mengibaskan rambutnya beberapa kali kayak di
iklan-iklan shampo gitu)
Zee :
(masih dalam keadaan hidung berlumuran darah) ah kau seorang Elf?
(saling memandangi untuk beberapa saat dengan
back sound Yoon mi rae-
Always biar kayak adegan romantis di drama
korea gitu ah pokoknya bayangin nih sken keren aja gitu )











